Petaka Alkohol Maut di Negara Arab, Tewaskan 23 Orang, Puluhan Lainnya Buta

Senin, 18 Agustus 2025 - 07:39 WIB
loading...
Petaka Alkohol Maut...
Minuman alkohol beracun di Kuwait telah menewaskan 23 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami kebutaan. Foto/Odisha Bytes
A A A
KUWAIT CITY - Kuwait, salah negara Arab di kawasan Teluk, telah dihebohkan dengan minuman alkohol beracun produksi lokal. Minuman "alkohol maut" ini telah menewaskan 23 orang dan menyebabkan puluhan lainnya buta.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan polisi telah menangkap 67 orang yang dituduh memproduksi dan mendistribusikan minuman beralkohol beracun tersebut.

Kuwait sejatinya melarang impor minuman beralkohol sejak 1964. Pada 1980-an, negara ini mengkriminaliasi orang-orang yang mengonsumsi minuman tersebut.

Baca Juga: Influencer Ini Tewas usai Tenggak 2 Botol Wiski demi Uang Rp14 Juta

Namun, beberapa minuman alkohol diproduksi secara ilegal di lokasi rahasia di dalam negeri yang tidak memiliki pengawasan atau standar keamanan, sehingga membuat konsumen berisiko keracunan.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyita enam pabrik dan empat pabrik lainnya yang belum beroperasi di kawasan pemukiman dan industri.

Kementerian itu juga mengatakan kepala "jaringan kriminal", seorang warga negara Bangladesh, ditangkap, sementara salah satu tersangka, seorang warga negara Nepal, menjelaskan bagaimana minuman alkohol beracun disiapkan dan dijual.

Kementerian Kesehatan mengatakan korban minuman alkohol beracun ini telah meningkat menjadi 160, dengan 23 di antaranya meninggal. Sebelumnya, korban tewas dilaporkan sebanyak 13 orang.

"Rumah sakit telah menangani 63 kasus keracunan alkohol akibat konsumsi minuman yang terkontaminasi metanol sejak Sabtu lalu," kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (18/8/2025).

Menurut Kementerian Kesehatan, serentetan keracunan alkohol yang jarang terjadi mengakibatkan 21 kasus kebutaan dan gangguan penglihatan, 51 kasus yang memerlukan dialisis segera, dan 31 kasus yang memerlukan ventilator, dengan semua pasien berasal dari komunitas ekspatriat Asia di Kuwait.

Sekadar diketahui, sebagian besar penduduk Kuwait terdiri dari pekerja migran dari Asia Selatan, yang sebagian besar bekerja di sektor konstruksi, jasa rumah tangga, dan ritel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved