Penembakan Massal Guncang Kelab Malam New York City, 3 Tewas, 9 Luka
Senin, 18 Agustus 2025 - 05:49 WIB
loading...
Serangan penembakan massal guncang New York City, AS. Tiga orang tewas dan sembilan lainnya terluka. Foto/Dakota Santiago/The New York Times
A
A
A
NEW YORK CITY - Serangan penembakan massal telah mengguncang sebuah kelab malam yang ramai di wilayah Brooklyn, New York City, Amerika Serikat (AS) pada Minggu dini hari waktu setempat. Tiga orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan ini.
Penyelidik polisi meyakini empat penembak melepaskan tembakan dengan beberapa senjata di Taste of the City Lounge di Crown Heights setelah terjadi perselisihan sesaat sebelum pukul 03.30.
Kekerasan tersebut tampaknya terkait dengan geng kriminal, kata Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD), Jessica Tisch.
“Ini adalah penembakan mengerikan yang terjadi di kota New York,” kata Tisch dalam sebuah jumpa pers, yang kemudian menyebut pembunuhan tersebut sebagai “tindakan kekerasan yang tragis dan tidak masuk akal.”
Baca Juga: Sosok Didarul Islam Jadi Sorotan Media AS: Polisi NYPD yang Tewas dalam Penembakan Massal Manhattan
Kejahatan ini merupakan penembakan massal kedua dalam beberapa minggu di New York City selama setahun yang seharusnya mengalami penurunan kekerasan senjata.
Pada 29 Juli, seorang pria menerobos masuk ke gedung perkantoran di Manhattan dengan senapan, melukai satu orang dan menewaskan empat orang lainnya. Seorang polisi New York City termasuk di antara korban tewas.
Wali Kota Eric Adams mengatakan, "Kedua penembakan baru-baru ini memperkuat alasan kami melakukan pekerjaan ini untuk memberantas senjata api dari jalanan kami."
"Ini adalah yang kedua dalam beberapa minggu, dan kami tidak ingin ini berubah menjadi praktik kekerasan yang biasa di kota kami," ujarnya, seperti dikutip AP, Senin (19/8/2025).
Mereka yang terluka pada hari Minggu dirawat di rumah sakit karena cedera yang tidak mengancam jiwa, kata Tisch. Usia para korban berkisar antara 19 hingga 61 tahun.
Seorang pria berusia 19 tahun meninggal di tempat kejadian dan dua pria lainnya—berusia 35 dan 27 tahun—meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Penyelidik menemukan setidaknya 42 selongsong peluru dari senjata kaliber 9 mm dan .45 serta sebuah senjata api di jalan terdekat.
Adams mengatakan tim manajemen krisis telah dimobilisasi untuk menyediakan layanan trauma dan memfasilitasi upaya mediasi dengan teman dan keluarga korban untuk mencegah pembalasan.
Dia meminta masyarakat yang mungkin memiliki informasi tentang penembakan tersebut untuk membantu penyidik dengan menghubungi nomor layanan pencegahan kejahatan NYPD di 800-577-TIPS.
"Jika Anda berada di dalam kelab, jika Anda mendengar orang-orang membicarakan penembakan ini, jika Anda menyaksikan seseorang melarikan diri dari lokasi, setiap informasi akan membantu kami mengungkap misterinya," kata Adams.
Tisch mengatakan kekerasan pecah bahkan ketika kota tersebut melaporkan jumlah penembakan dan korban penembakan terendah yang pernah tercatat selama tujuh bulan pertama tahun 2025.
"Hal seperti ini, tentu saja, syukurlah, merupakan anomali dan kejadian pagi ini sungguh mengerikan, tetapi kami akan menyelidiki dan mengungkap apa yang terjadi," ujarnya.
Hingga kini belum jelas siapa pelaku penembakan massal ini.
Penyelidik polisi meyakini empat penembak melepaskan tembakan dengan beberapa senjata di Taste of the City Lounge di Crown Heights setelah terjadi perselisihan sesaat sebelum pukul 03.30.
Kekerasan tersebut tampaknya terkait dengan geng kriminal, kata Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD), Jessica Tisch.
“Ini adalah penembakan mengerikan yang terjadi di kota New York,” kata Tisch dalam sebuah jumpa pers, yang kemudian menyebut pembunuhan tersebut sebagai “tindakan kekerasan yang tragis dan tidak masuk akal.”
Baca Juga: Sosok Didarul Islam Jadi Sorotan Media AS: Polisi NYPD yang Tewas dalam Penembakan Massal Manhattan
Kejahatan ini merupakan penembakan massal kedua dalam beberapa minggu di New York City selama setahun yang seharusnya mengalami penurunan kekerasan senjata.
Pada 29 Juli, seorang pria menerobos masuk ke gedung perkantoran di Manhattan dengan senapan, melukai satu orang dan menewaskan empat orang lainnya. Seorang polisi New York City termasuk di antara korban tewas.
Wali Kota Eric Adams mengatakan, "Kedua penembakan baru-baru ini memperkuat alasan kami melakukan pekerjaan ini untuk memberantas senjata api dari jalanan kami."
"Ini adalah yang kedua dalam beberapa minggu, dan kami tidak ingin ini berubah menjadi praktik kekerasan yang biasa di kota kami," ujarnya, seperti dikutip AP, Senin (19/8/2025).
Mereka yang terluka pada hari Minggu dirawat di rumah sakit karena cedera yang tidak mengancam jiwa, kata Tisch. Usia para korban berkisar antara 19 hingga 61 tahun.
Seorang pria berusia 19 tahun meninggal di tempat kejadian dan dua pria lainnya—berusia 35 dan 27 tahun—meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Penyelidik menemukan setidaknya 42 selongsong peluru dari senjata kaliber 9 mm dan .45 serta sebuah senjata api di jalan terdekat.
Adams mengatakan tim manajemen krisis telah dimobilisasi untuk menyediakan layanan trauma dan memfasilitasi upaya mediasi dengan teman dan keluarga korban untuk mencegah pembalasan.
Dia meminta masyarakat yang mungkin memiliki informasi tentang penembakan tersebut untuk membantu penyidik dengan menghubungi nomor layanan pencegahan kejahatan NYPD di 800-577-TIPS.
"Jika Anda berada di dalam kelab, jika Anda mendengar orang-orang membicarakan penembakan ini, jika Anda menyaksikan seseorang melarikan diri dari lokasi, setiap informasi akan membantu kami mengungkap misterinya," kata Adams.
Tisch mengatakan kekerasan pecah bahkan ketika kota tersebut melaporkan jumlah penembakan dan korban penembakan terendah yang pernah tercatat selama tujuh bulan pertama tahun 2025.
"Hal seperti ini, tentu saja, syukurlah, merupakan anomali dan kejadian pagi ini sungguh mengerikan, tetapi kami akan menyelidiki dan mengungkap apa yang terjadi," ujarnya.
Hingga kini belum jelas siapa pelaku penembakan massal ini.
(mas)
Lihat Juga :