Rudal-rudal Pintar Rusia Mengamuk di Ukraina, Misil Patriot AS Tak Berdaya

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:08 WIB
loading...
Rudal-rudal Pintar Rusia...
Badan Intelijen Pertahanan AS akui rudal pencegat Patriot tak efeketif melawan rudal-rudal pintar Rusia yang menyerang Ukraina. Foto/esut.de
A A A
KYIV - Laporan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Amerika Serikat (AS) mengakui ketidakberdayaan rudal darat-ke-udara (SAM) Patriot dalam menangkis rudal-rudal balistik Rusia yang menyerang Ukraina. Sebab, misil-misil Moskow itu telah dimodifikasi menjadi "senjata pintar" yang mampu mengubah lintasan dan bermanuver dengan kecepatan tinggi.

Ini menjadi masalah baru bagi Kyiv yang sedang mengalami penurunan dalam ketersediaan misil pencegat Patriot.

Kekhawatiran ini tak hanya dirasakan Ukraina, tetapi juga menghantui sejumlah negara Barat dan NATO, termasuk AS, yang bergantung pada rudal pencegat Patriot untuk sistem pertahanan udara mereka.

Ukraina, khususnya, sangat bergantung pada rudal Patriot ini untuk melindungi langit dan kota-kotanya. Khususnya, dalam beberapa minggu terakhir ini Rusia telah meningkatkan serangan udaranya secara substansial terhadap Ukraina, seringkali meluncurkan ratusan rudal dan drone setiap minggu.

Baca Juga: Langka, Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 AS Mengawal Putin Pulang

Meningkatnya kemampuan manuver rudal balistik Rusia berarti sejumlah misil tersebut kini dapat menembus jaringan pertahanan udara Ukraina. Pada saat yang bersamaan, Kyiv sedang berjuang untuk memastikan pasokan rudal Patriot yang stabil dari AS.

Bulan lalu, sebuah laporan The Guardian mengungkap fakta yang mengkhawatirkan bahwa AS hanya memiliki 25% dari seluruh rudal pencegat Patriot yang dibutuhkan untuk rencana militer Pentagon.

"Amerika Serikat hanya memiliki sekitar 25% rudal pencegat Patriot yang dibutuhkan untuk semua rencana militer Pentagon setelah menghabiskan stok di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir, penipisan yang mengkhawatirkan yang menyebabkan pemerintahan [Presiden Donald] Trump membekukan transfer amunisi terbaru ke Ukraina," tulis surat kabar Inggris itu dalam laporannya.

Menurut laporan tersebut, stok yang menipis telah turun begitu rendah sehingga dapat membahayakan keamanan AS dan membahayakan potensi operasi militer AS.

Namun, sejak itu, AS kembali memprioritaskan pasokan rudal Patriot ke Ukraina.

Sejauh ini, Ukraina telah menerima tiga baterai sistem pertahanan Patriot buatan Amerika Serikat; dua dari Jerman, satu dari Rumania, dan satu lagi yang dipasok bersama oleh Jerman dan Belanda. AS dan sekutu Ukraina di Eropa juga berupaya menyediakan baterai sistem Patriot tambahan untuk Kyiv.

Menurut laporan yang dirilis minggu ini oleh Inspektur Jenderal AS, efektivitas SAM Patriot terhadap rudal balistik Rusia semakin menurun.

"UAF [Angkatan Udara Ukraina] kesulitan untuk secara konsisten menggunakan sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi diri dari rudal balistik Rusia karena peningkatan taktis Rusia baru-baru ini, termasuk penyempurnaan yang memungkinkan rudal mereka mengubah lintasan dan melakukan manuver alih-alih terbang dalam lintasan balistik tradisional," bunyu laporan tersebut, yang dikutip EurAsian Times, Minggu (17/8/2025).

Laporan yang disusun oleh Kantor Inspektur Jenderal di Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS, dan Badan Pembangunan Internasional AS membahas aktivitas pemerintah AS terkait Ukraina dan negara-negara lain di Eropa antara 1 April hingga 30 Juni.

“Misalnya, serangan pada 28 Juni melibatkan tujuh rudal balistik, yang hanya satu di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh UAF,” lanjut laporan tersebut.

"Serangan massal pada 9 Juli—serangan udara terbesar sejak awal perang—melibatkan 13 rudal, yang tujuh di antaranya berhasil ditembak jatuh atau diredam oleh UAF.”

Namun, laporan tersebut tidak merinci rudal balistik Rusia spesifik mana yang dimaksud, modifikasi spesifik apa yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan manuvernya, atau apakah hanya rudal pencegat Patriot tertentu yang bermasalah dalam menghadapinya.

Namun, juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, secara khusus menyebutkan rudal Iskander-M Rusia dan rudal KN-23 yang dipasok Korea Utara saat membahas masalah tersebut pada bulan Mei, menyusul serangan rudal mematikan di Kyiv yang melukai sekitar selusin warga sipil.

Iskander-M dan KN-23 keduanya merupakan rudal balistik jarak pendek. Patut diketahui, keduanya juga merupakan rudal paling umum yang digunakan Rusia dalam serangan udaranya di Ukraina.

Ihnat mengatakan bahwa enam dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan ke Kyiv pada 24 Mei, Iskander-M dan KN-23, berhasil dicegat oleh pertahanan udara Ukraina.

“Dua pertiga adalah angka yang tinggi,” ujarnya. “Namun, kami tahu (Rusia) sedang meningkatkan kemampuan senjata balistiknya."

Menurut Ihnat, rudal yang dimodifikasi kini dilengkapi dengan sistem radar-decoy dan menggunakan jalur terbang kuasi-balistik yang membuatnya lebih sulit dilacak dan dicegat menggunakan sistem Patriot, lapor surat kabar Ukraina; Kyiv Independent.

“Ini memang mempersulit (intersepsi), tetapi bukan berarti intersepsi menjadi mustahil,” tambahnya. “Saya rasa mitra kami sudah berupaya meningkatkan kemampuan sistem ini.”

“Penerbangan rudal balistik di sepanjang lintasan kuasi-balistik seperti itu—ketika rudal tidak hanya terbang dalam garis lurus seperti sedang jatuh, tetapi benar-benar melakukan manuver saat terbang—mempersulit sistem Patriot, yang menghitung titik intersepsi menggunakan perangkat lunak, untuk memprediksi secara tepat di mana rudal akan berada,” jelas Ihnat.

Dalam beberapa hari mendatang, Rusia juga dapat menempatkan umpan ini pada rudal balistik lainnya untuk meningkatkan kemampuan manuver dan efektivitasnya terhadap SAM Patriot.

Meskipun Ukraina juga memiliki beberapa sistem pertahanan udara era Soviet, seperti sistem rudal permukaan-ke-udara S-300V1, yang memiliki kemampuan anti-rudal balistik terminal, ketersediaannya saat ini diragukan.

Oleh karena itu, Ukraina terutama bergantung pada SAM Patriot untuk pertahanan udaranya. Namun, penggunaan ekstensifnya selama tiga tahun terakhir telah memberi Rusia banyak kesempatan untuk mempelajari kemampuan dan jalur penerbangannya, lalu memanfaatkannya untuk mengembangkan senjata dan penanggulangan yang baru dan lebih baik.

Terlepas dari penurunan performanya, kekhawatiran utama lainnya bagi Ukraina adalah ketidakmampuannya untuk meningkatkan pasokan misil pencegat Patriot, karena Kyiv sepenuhnya bergantung pada AS untuk pasokannya. Selain itu, AS sendiri kesulitan dengan persediaan pencegat Patriot yang terbatas di gudang senjatanya.

Lockheed Martin, produsen rudal pencegat Patriot, hanya dapat memproduksi 500-600 rudal ini setiap tahun. Menurunnya efektivitasnya juga merupakan tanda yang mengkhawatirkan bagi negara-negara seperti Israel, Jepang, dan Taiwan, yang juga bergantung pada Patriot untuk pertahanan udara mereka.

Terutama, musuh mereka, Iran, China, dan Korea Utara, semuanya memiliki persenjataan rudal balistik yang luas dan dapat memanfaatkan pelajaran yang dipetik Rusia dalam operasi mereka melawan sistem Patriot.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved