Eks Bos Intelijen Militer Israel: 50.000 Korban Tewas di Gaza Memang Diperlukan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:57 WIB
loading...
Eks Bos Intelijen Militer...
Mantan kepala intelijen militer Israel Aharon Haliva sebut 50.000 korban tewas di Jalur Gaza memang diperlukan. Foto/Middle East Eye
A A A
TEL AVIV - Mantan kepala intelijen militer Israel, Aharon Haliva, mengatakan 50.000 korban tewas di Jalur Gaza memang diperlukan. Menurutnya, wilayah Palestina itu perlu generasi yang baru.

Haliva mengundurkan diri tahun lalu karena gagal mencegah serangan Hamas 7 Oktober 2023. Dia mengatakan bahwa Palestina perlu menghadapi Nakba "sesekali".

"Fakta bahwa sudah ada 50.000 korban tewas di Gaza diperlukan dan dibutuhkan untuk generasi mendatang," katanya dalam rekaman audio yang disiarkan di Ulpan Shishi, sebuah program televisi yang ditayangkan di Channel 12, yang dikutip Middle East Eye, Minggu (17/8/2025).

Baca Juga: PM Denmark: Netanyahu Telah Menjadi Masalah!

Channel 12 tidak mencantumkan tanggal rekaman tersebut, tetapi jumlah korban tewas akibat genosida Israel di daerah kantong Palestina tersebut mencapai 50.000 jiwa pada bulan Maret. Kini, jumlah tersebut telah melampaui 61.890 jiwa, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Berbicara tentang serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada tahun 2023, Haliva mengatakan: "Untuk setiap satu (korban) pada 7 Oktober, 50 warga Palestina harus mati."

"Tidak ada pilihan, mereka perlu melakukan Nakba sesekali untuk merasakan konsekuensinya," katanya, merujuk pada pembersihan etnis Palestina oleh milisi Zionis untuk membuka jalan bagi pembentukan Negara Israel pada tahun 1948.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Richard Lee Sebut Barang...
Richard Lee Sebut Barang Bukti di Persidangan Bukan Produknya
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved