Eks Bos Intelijen Militer Israel: 50.000 Korban Tewas di Gaza Memang Diperlukan
Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
"Mengapa? Karena jika seluruh arena Palestina tidak stabil dan kacau, mustahil untuk bernegosiasi," katanya. "Maka tidak akan ada kesepakatan [mengenai negara Palestina]."
"PA memiliki status internasional," lanjut Haliva.
"Hamas adalah organisasi yang dapat Anda lawan dengan bebas, tidak memiliki justifikasi internasional, tidak memiliki legitimasi, Anda dapat melawannya dengan pedang."
Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata singkat tiga tahap pada bulan Januari, tetapi kesepakatan itu gagal pada bulan Maret setelah Israel mengambil kembali beberapa tawanannya dan melanjutkan pengeboman Gaza, meninggalkan kesepakatan tersebut sebelum perundingan dengan Hamas mengenai penghentian perang secara permanen dapat dimulai.
Sejak itu, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan dukungan penuh kepada Israel untuk berperang di wilayah kantong tersebut.
Israel telah tanpa henti mengebom Jalur Gaza yang terkepung sejak serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan, menggusur seluruh penduduknya yang berjumlah 2,3 juta orang beberapa kali, dan telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
"PA memiliki status internasional," lanjut Haliva.
"Hamas adalah organisasi yang dapat Anda lawan dengan bebas, tidak memiliki justifikasi internasional, tidak memiliki legitimasi, Anda dapat melawannya dengan pedang."
Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata singkat tiga tahap pada bulan Januari, tetapi kesepakatan itu gagal pada bulan Maret setelah Israel mengambil kembali beberapa tawanannya dan melanjutkan pengeboman Gaza, meninggalkan kesepakatan tersebut sebelum perundingan dengan Hamas mengenai penghentian perang secara permanen dapat dimulai.
Sejak itu, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan dukungan penuh kepada Israel untuk berperang di wilayah kantong tersebut.
Israel telah tanpa henti mengebom Jalur Gaza yang terkepung sejak serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan, menggusur seluruh penduduknya yang berjumlah 2,3 juta orang beberapa kali, dan telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
(mas)
Lihat Juga :