10 Peraih Nobel dan Ekonom Terkemuka Desak Netanyahu Setop Pendudukan Gaza
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Selain membatalkan rencana pengambilalihan Gaza dan membuka perbatasan untuk truk bantuan, surat tersebut menyerukan, “Israel untuk segera mengeluarkan deklarasi resmi yang menegaskan kembali komitmen Israel terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional dan mengupayakan perjanjian gencatan senjata dengan itikad baik."
Para ekonom mengatakan mereka ingin "para pemimpin Barat secara aktif bekerja memastikan kebijakan-kebijakan ini dilaksanakan", dan hanya dengan melakukan hal itu Israel dapat "mempertahankan karakter demokratisnya".
Surat tersebut tidak menyebutkan genosida atau pembersihan etnis. Lebih dari 61.000 orang telah tewas di Gaza sejak perang genosida oleh Israel dimulai.
Bersama Acemoglu, para ekonom peraih Nobel dari 23 negara penandatangan tersebut antara lain Angus Deaton; Peter A Diamond; Esther Duflo; Claudia Goldin; Eric S Maskin; Roger B Myerson; Edmund S Phelps; Christopher A Pissarides; dan Joseph E Stiglitz.
Bersama-sama, penelitian dan konsultasi mereka telah membantu membentuk lintasan ekonomi sebagian besar dunia Barat, termasuk lembaga-lembaga seperti Dana Moneter Internasional.
Baca juga: Putin pada Trump: Lain Kali di Moskow
Para ekonom mengatakan mereka ingin "para pemimpin Barat secara aktif bekerja memastikan kebijakan-kebijakan ini dilaksanakan", dan hanya dengan melakukan hal itu Israel dapat "mempertahankan karakter demokratisnya".
Surat tersebut tidak menyebutkan genosida atau pembersihan etnis. Lebih dari 61.000 orang telah tewas di Gaza sejak perang genosida oleh Israel dimulai.
Bersama Acemoglu, para ekonom peraih Nobel dari 23 negara penandatangan tersebut antara lain Angus Deaton; Peter A Diamond; Esther Duflo; Claudia Goldin; Eric S Maskin; Roger B Myerson; Edmund S Phelps; Christopher A Pissarides; dan Joseph E Stiglitz.
Bersama-sama, penelitian dan konsultasi mereka telah membantu membentuk lintasan ekonomi sebagian besar dunia Barat, termasuk lembaga-lembaga seperti Dana Moneter Internasional.
Baca juga: Putin pada Trump: Lain Kali di Moskow
(sya)
Lihat Juga :