Tujuh Demonstran Tewas saat Protes Kecam Kebrutalan Polisi di Kolombia
Jum'at, 11 September 2020 - 00:01 WIB
loading...
Polisi menentang tabung gas air mata saat unjuk rasa di Bogota, Kolombia, 9 September 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
BOGOTA - Tujuh orang tewas di ibu kota Kolombia , Bogota, dan kota Soacha saat unjuk rasa menentang kebrutalan polisi.
Unjuk rasa itu dipicu video seorang pria yang kejang beberapa kali akibat senjata kejut oleh polisi sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Hampir 100 personel polisi dan 55 warga sipil terluka serta puluhan stasiun dan kendaraan publik rusak atau dibakar,” ungkap pernyataan pemerintah Kolombia . Terdapat 70 orang ditahan yang sebagian besar di Bogota.
Para demonstran memprotes kematian pengacara dan ayah dua anak, Javier Ordonez, 46, pekan ini.
Video yang direkam teman Ordonez itu menunjukkan dia dibekuk ke tanah oleh para petugas dan disengat listrik beberapa kali saat dia memohon, “Tolong, jangan lagi.”
Polisi menyatakan Ordonez diketahui minum alkohol di jalan dengan teman-teman yang melanggar aturan pembatasan virus corona.
Dia kemudian dibawa ke kantor polisi di Bogota barat, yang menurut keluarganya mengalami kekerasan lebih lanjut. Dia kemudian meninggal dunia di rumah sakit.
Unjuk rasa itu dipicu video seorang pria yang kejang beberapa kali akibat senjata kejut oleh polisi sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Hampir 100 personel polisi dan 55 warga sipil terluka serta puluhan stasiun dan kendaraan publik rusak atau dibakar,” ungkap pernyataan pemerintah Kolombia . Terdapat 70 orang ditahan yang sebagian besar di Bogota.
Para demonstran memprotes kematian pengacara dan ayah dua anak, Javier Ordonez, 46, pekan ini.
Video yang direkam teman Ordonez itu menunjukkan dia dibekuk ke tanah oleh para petugas dan disengat listrik beberapa kali saat dia memohon, “Tolong, jangan lagi.”
Polisi menyatakan Ordonez diketahui minum alkohol di jalan dengan teman-teman yang melanggar aturan pembatasan virus corona.
Dia kemudian dibawa ke kantor polisi di Bogota barat, yang menurut keluarganya mengalami kekerasan lebih lanjut. Dia kemudian meninggal dunia di rumah sakit.
Lihat Juga :