Miliarder Ini Wariskan Kekayaan Rp86,8 Triliun, tapi Diserahkan Bertahap hingga 1.750 Tahun
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1991, dia menikahi Pansy Ho, putri mendiang "Raja Kasino" Stanley Ho, dalam sebuah pernikahan yang difasilitasi oleh ayahnya untuk membangun aliansi bisnis. Namun, pernikahan itu tidak bahagia dan berakhir beberapa tahun kemudian.
Pada tahun 2008, Julian menikahi Michele Reis, Miss Hong Kong 1988 yang telah terlibat dalam berbagai skandal, meskipun ditentang oleh orang tuanya.
Hal ini membuat Hui semakin khawatir tentang reputasi dan masa depan keluarga. Di matanya, putra bungsunya tidak memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengelola kekayaan keluarga, sementara citra dan masa lalu menantu perempuannya dapat berdampak negatif pada reputasi mereka.
Menyadari dengan jelas bahwa putranya tidak dapat diandalkan untuk menjaga kekayaannya, dia memutuskan untuk mendirikan dana perwalian untuk memastikan keamanan dan pertumbuhan jangka panjang serta mencegah kerugian akibat manajemen yang buruk atau pemborosan.
Tunjangan bulanan yang tetap tidak hanya menjamin kehidupan yang nyaman bagi keturunannya, tetapi juga mengekang gaya hidup boros dan mendorong mereka untuk berusaha lebih keras.
Praktik ini tidak jarang dilakukan oleh orang-orang super kaya di Hong Kong dan juga di seluruh dunia. Keluarga Stanley Ho, misalnya, juga mendirikan perwalian setelah dia meninggal dunia sehingga anak-anaknya hanya akan menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan.
Terlepas dari batasan-batasan yang diberlakukan oleh keluarga Hui, Julian masih hidup mewah bersama istrinya, tinggal di apartemen dupleks milik keluarga, bergaul di kalangan elite, dan menghindari skandal keuangan besar.
Bagi mendiang miliarder tersebut, warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan hanya HKD42 miliar, tetapi sebuah mekanisme untuk membantu melestarikan kekayaan lintas generasi.
Pada tahun 2008, Julian menikahi Michele Reis, Miss Hong Kong 1988 yang telah terlibat dalam berbagai skandal, meskipun ditentang oleh orang tuanya.
Hal ini membuat Hui semakin khawatir tentang reputasi dan masa depan keluarga. Di matanya, putra bungsunya tidak memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengelola kekayaan keluarga, sementara citra dan masa lalu menantu perempuannya dapat berdampak negatif pada reputasi mereka.
Menyadari dengan jelas bahwa putranya tidak dapat diandalkan untuk menjaga kekayaannya, dia memutuskan untuk mendirikan dana perwalian untuk memastikan keamanan dan pertumbuhan jangka panjang serta mencegah kerugian akibat manajemen yang buruk atau pemborosan.
Tunjangan bulanan yang tetap tidak hanya menjamin kehidupan yang nyaman bagi keturunannya, tetapi juga mengekang gaya hidup boros dan mendorong mereka untuk berusaha lebih keras.
Praktik ini tidak jarang dilakukan oleh orang-orang super kaya di Hong Kong dan juga di seluruh dunia. Keluarga Stanley Ho, misalnya, juga mendirikan perwalian setelah dia meninggal dunia sehingga anak-anaknya hanya akan menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan.
Terlepas dari batasan-batasan yang diberlakukan oleh keluarga Hui, Julian masih hidup mewah bersama istrinya, tinggal di apartemen dupleks milik keluarga, bergaul di kalangan elite, dan menghindari skandal keuangan besar.
Bagi mendiang miliarder tersebut, warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan hanya HKD42 miliar, tetapi sebuah mekanisme untuk membantu melestarikan kekayaan lintas generasi.
(mas)
Lihat Juga :