Militer Mali Tangkap 2 Jenderal dan Agen Prancis yang Hendak Kudeta
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu tersangka, Jenderal Abass Dembele, adalah mantan gubernur wilayah Mopti di bagian tengah negara itu, yang tiba-tiba dipecat pada bulan Mei ketika dia menuntut penyelidikan atas tuduhan bahwa tentara Mali membunuh warga sipil di desa Diafarabe.
Jenderal kedua, Nema Sagara, sebelumnya dipuji atas perannya dalam memerangi kelompok pemberontak pada tahun 2012.
Sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 55 tentara telah ditangkap, dan pihak berwenang mengatakan mereka sedang berupaya mengidentifikasi "kemungkinan kaki tangan".
Mali yang miskin telah dilanda krisis keamanan sejak 2012, terutama dipicu oleh kekerasan dari kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan kelompok ISIS, serta geng kriminal lokal.
Para penguasa militer negara itu, yang dipimpin oleh Presiden Assimi Goita, dalam beberapa tahun terakhir telah berpaling dari mitra Barat, terutama Prancis, bekas negara kolonial, dan bersekutu secara politik dan militer dengan Rusia atas nama kedaulatan nasional.
Pada bulan Juni, Goita diberikan tambahan kekuasaan selama lima tahun, meskipun sebelumnya militer telah berjanji untuk kembali ke pemerintahan sipil pada Maret 2024.
Jenderal kedua, Nema Sagara, sebelumnya dipuji atas perannya dalam memerangi kelompok pemberontak pada tahun 2012.
Sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 55 tentara telah ditangkap, dan pihak berwenang mengatakan mereka sedang berupaya mengidentifikasi "kemungkinan kaki tangan".
Mali yang miskin telah dilanda krisis keamanan sejak 2012, terutama dipicu oleh kekerasan dari kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan kelompok ISIS, serta geng kriminal lokal.
Para penguasa militer negara itu, yang dipimpin oleh Presiden Assimi Goita, dalam beberapa tahun terakhir telah berpaling dari mitra Barat, terutama Prancis, bekas negara kolonial, dan bersekutu secara politik dan militer dengan Rusia atas nama kedaulatan nasional.
Pada bulan Juni, Goita diberikan tambahan kekuasaan selama lima tahun, meskipun sebelumnya militer telah berjanji untuk kembali ke pemerintahan sipil pada Maret 2024.
(mas)
Lihat Juga :