Gawat! Netanyahu Blakblakan Ingin Wujudkan Israel Raya, Incar Mesir hingga Irak

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:08 WIB
loading...
A A A
Berbeda dari kebiasaannya yang memberikan wawancara eksklusif kepada Channel 14 yang pro-pemerintah, Netanyahu menggunakan platform tersebut untuk menampilkan dirinya sebagai pemimpin dalam "misi atas nama orang-orang Yahudi".

Dia kembali mendesak untuk "mengizinkan warga sipil meninggalkan Gaza", menyamakannya dengan arus pengungsi dari Suriah, Ukraina, dan Afghanistan, tanpa mengakui blokade Israel selama 18 tahun atas wilayah tersebut atau pengungsian massal yang disebabkan oleh kampanye militer genosida yang sedang berlangsung, yang menewaskan banyak warga sipil setiap hari.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam komentar Netanyahu sebagai eskalasi yang berbahaya dan provokatif, memperingatkan bahwa komentar tersebut mengancam kedaulatan negara Yordania dan melanggar hukum internasional serta Piagam PBB.

Juru bicara kementerian tersebut, Sufyan Qudah, mengatakan pernyataan Netanyahu mencerminkan "situasi kritis" pemerintah Israel yang menghadapi isolasi internasional yang semakin meningkat atas agresi yang sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak guna menghentikan semua tindakan dan pernyataan provokatif yang membahayakan stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan internasional.

Laporan terbaru media-media Israel menyebutkan Israel telah mendekati sejumlah negara, termasuk Sudan Selatan, Indonesia, dan Libya, untuk menerima warga Palestina yang diusir paksa dari Gaza, yang menimbulkan kekhawatiran akan pembersihan etnis skala besar.

Pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Sudan Selatan membantah laporan Associated Press yang mengklaim sedang berunding dengan Israel untuk memukimkan kembali warga Palestina di negara Afrika Timur tersebut.

Bagi warga Palestina, setiap upaya untuk memaksa mereka meninggalkan tanah mereka akan mengingatkan mereka pada "Nakba", atau bencana—pemindahan massal warga Palestina selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved