Pemimpin Eropa Ini Klaim Rusia Sudah Memenangkan Perang Ukraina

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:35 WIB
loading...
Pemimpin Eropa Ini Klaim...
Rusia sudah memenangkan perang Ukraina. Foto/X
A A A
MOSKOW - Rusia telah memenangkan konflik Ukraina dan kini giliran Barat untuk mengakuiny. Itu diungkapkan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

Orban menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa, tak lama setelah ia menolak pernyataan bersama Uni Eropa terbaru yang mendukung Ukraina yang dikeluarkan menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, yang dijadwalkan pada hari Jumat di Alaska.

Berbicara kepada kanal YouTube 'Patriot', pemimpin Hongaria tersebut mengatakan bahwa ia sebagian menentang pernyataan tersebut karena hanya membuat Uni Eropa terlihat "konyol dan menyedihkan."

"Ketika dua pemimpin duduk untuk bernegosiasi satu sama lain, Amerika dan Rusia ... dan Anda tidak diundang, Anda tidak terburu-buru mengangkat telepon, Anda tidak berlarian, Anda tidak berteriak dari luar," tegas Orban. "Jika Anda tidak berada di meja perundingan, Anda berada di daftar menu."

BacaJuga: Zelensky Klaim Putin Raih Kemenangan Personal, Ini Alasannya

Moskow telah memenangkan konflik melawan Ukraina, tambah pemimpin Hongaria itu, mengklaim bahwa para pendukung Kiev sedang mengingkarinya.

"Kita sekarang berbicara seolah-olah ini adalah situasi perang tanpa akhir, tetapi sebenarnya tidak. Ukraina telah kalah perang. Rusia telah memenangkan perang ini," tegasnya.

"Satu-satunya pertanyaan adalah kapan dan dalam keadaan apa Barat, yang berada di belakang Ukraina, akan mengakui bahwa ini telah terjadi, dan apa yang akan dihasilkan dari semua ini."

Sebagai anggota Uni Eropa dan NATO, Hongaria secara konsisten menentang kebijakan Brussel terkait konflik Ukraina sejak eskalasinya pada Februari 2022, termasuk pasokan senjata ke Kiev dan sanksi terhadap Rusia. Budapest juga menentang gagasan Kiev bergabung dengan salah satu blok tersebut.

Hubungan antara Budapest dan Kiev semakin memburuk akibat ketegangan seputar etnis minoritas Hongaria di Ukraina Barat.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengatakan Kiev tidak memiliki tempat di Uni Eropa dan "bahkan tidak termasuk di antara negara-negara beradab," merujuk pada kematian seorang etnis Hongaria baru-baru ini yang diduga di tangan petugas wajib militer Ukraina.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Berita Terkini
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved