India Kirim 20.000 Pekerja ke Israel untuk Gantikan Warga Palestina sejak Genosida Gaza

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:07 WIB
loading...
A A A
Sektor konstruksi, khususnya, dengan cepat terhenti karena kekurangan tenaga kerja yang memicu biaya yang lebih tinggi.

Menanggapi kekurangan tenaga kerja, Asosiasi Pembangun Israel mendesak pemerintahnya pada November 2023 untuk merekrut pekerja dari India.

Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan pekerja konstruksi India mengantre panjang di luar pusat-pusat perekrutan di berbagai negara bagian di seluruh negeri, dengan putus asa berharap mendapatkan pekerjaan.

Keadaan menyedihkan di lokasi-lokasi perekrutan, menurut para ekonom, menunjukkan pertumbuhan ekonomi India hanyalah fatamorgana bagi kaum miskin.

Meskipun termasuk di antara negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, studi tahun 2024 dari World Inequality Lab menyimpulkan ketimpangan pendapatan di India kini termasuk yang tertinggi di dunia, yang seringkali berujung pada kekurangan lapangan kerja penuh waktu.

Upaya merekrut pekerja India guna menggantikan pekerja Palestina selama pemboman Israel di Gaza mendorong Dewan Pusat Serikat Buruh Seluruh India (AICCTU) untuk menyerukan kepada para pekerja agar menolak upaya perekrutan tersebut.

"Kami menyerukan kepada semua pekerja untuk menolak 'proyek bunuh diri' yang akan menimbulkan kesulitan besar dan membahayakan nyawa mereka!" seru serikat pekerja tersebut.

Menurut Dynamic Staffing Services, agen perekrutan India yang mengklaim telah mendatangkan ribuan pekerja konstruksi ke Israel, para pekerja tersebut digaji dengan upah hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada yang akan mereka peroleh di India.

Mereka juga menggambarkan peran India dalam rekonstruksi Israel sebagai "krusial".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
345 Karateka Ambil Bagian...
345 Karateka Ambil Bagian di Kejuaraan Porkot Jakarta Pusat 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Porprov
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved