Hilang 65 Tahun, Pria Ini Ditemukan Sudah Jadi Tulang Membeku di Antartika
Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
David menggambarkan perasaannya yang terharu oleh berita tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para peneliti Polandia yang menemukan jasadnya meski sudah berwujud tulang yang membeku.
“Saya sedih orang tua saya tidak pernah melihat hari ini,” katanya.
David, yang tinggal di Australia, berencana mengunjungi Inggris bersama saudara perempuannya, Valerie, agar mereka dapat memakamkan saudara lelaki mereka tercinta.
“Senang sekali; saya akan bertemu saudara laki-laki saya. Anda mungkin berkata kami seharusnya tidak senang, tetapi kami senang,” kata David, seperti dikutip news.com.au, Selasa (12/8/2025).
“Dia telah ditemukan—dia telah pulang sekarang.”
Profesor Dame Jane Francis, direktur British Antarctic Survey, memberikan penghormatan kepada Dennis: “Dennis adalah salah satu dari banyak personel pemberani yang berkontribusi pada sains awal dan eksplorasi Antartika dalam kondisi yang luar biasa keras."
“Meskipun dia hilang pada tahun 1959, kenangannya tetap hidup di antara rekan-rekan dan dalam warisan penelitian kutub," paparnya.
Sejak 1944, 29 orang telah meninggal saat bekerja di Teritori Antartika Britania dalam misi ilmiah, menurut British Antarctic Monument Trust.
Di antara mereka adalah Alan Sharman dan Russell Thompson, yang juga meninggal pada tahun 1959.
Sementara itu, minggu lalu seorang pendaki yang hilang di Pakistan 28 tahun lalu ditemukan tewas di dalam gletser es—dengan tubuh dan pakaiannya yang sangat terawat.
“Saya sedih orang tua saya tidak pernah melihat hari ini,” katanya.
David, yang tinggal di Australia, berencana mengunjungi Inggris bersama saudara perempuannya, Valerie, agar mereka dapat memakamkan saudara lelaki mereka tercinta.
“Senang sekali; saya akan bertemu saudara laki-laki saya. Anda mungkin berkata kami seharusnya tidak senang, tetapi kami senang,” kata David, seperti dikutip news.com.au, Selasa (12/8/2025).
“Dia telah ditemukan—dia telah pulang sekarang.”
Profesor Dame Jane Francis, direktur British Antarctic Survey, memberikan penghormatan kepada Dennis: “Dennis adalah salah satu dari banyak personel pemberani yang berkontribusi pada sains awal dan eksplorasi Antartika dalam kondisi yang luar biasa keras."
“Meskipun dia hilang pada tahun 1959, kenangannya tetap hidup di antara rekan-rekan dan dalam warisan penelitian kutub," paparnya.
Sejak 1944, 29 orang telah meninggal saat bekerja di Teritori Antartika Britania dalam misi ilmiah, menurut British Antarctic Monument Trust.
Di antara mereka adalah Alan Sharman dan Russell Thompson, yang juga meninggal pada tahun 1959.
Sementara itu, minggu lalu seorang pendaki yang hilang di Pakistan 28 tahun lalu ditemukan tewas di dalam gletser es—dengan tubuh dan pakaiannya yang sangat terawat.
(mas)
Lihat Juga :