Terungkap, Israel Gunakan Gangster Abu Shabab untuk Membangun 'Desa-desa Kolaborator' di Gaza

Minggu, 10 Agustus 2025 - 14:17 WIB
loading...
A A A

Penjahat yang Jadi Pemimpin Milisi


Abu Shabab (31) adalah mantan penjahat Palestina yang dituduh menyelundupkan senjata dan narkoba. Dia dipenjara sebelum perang Gaza tetapi melarikan diri selama invasi Israel pada Oktober 2023.

Dia kemudian muncul sebagai pemimpin milisi yang menggunakan slogan-slogan "kontra-terorisme" dalam apa yang digambarkan oleh The Information sebagai pertunjukan teatrikal, dengan seragam bergambar bendera Palestina dan tulisan "Unit Kontra-Terorisme" dalam bahasa Arab dan Inggris.

PBB dan otoritas lokal menuduhnya mendalangi penjarahan bantuan kemanusiaan berskala besar yang sistematis, terutama di sekitar perlintasan Kerem Shalom.

Sebuah memo PBB yang bocor yang diperoleh The Washington Post menggambarkannya sebagai "aktor paling penting dan berpengaruh" di balik pencurian tersebut.

Pada tahun 2024, laporan media-media internasional mengaitkan kelompok gangster itu dengan pemukulan, penculikan, dan pembunuhan pengemudi truk bantuan yang mengirimkan makanan kepada warga sipil Gaza.

Abu Shabab membantah tuduhan tersebut, menepisnya di The New York Times sebagai "propaganda Hamas" dan dengan nada sarkastis mengeklaim: "Saya tidak mencuri untuk menjualnya, saya mencuri untuk memberi makan keluarga saya."

Media Israel juga menuduh adanya hubungan antara milisi Abu Shabab dan kelompok-kelompok bersenjata di luar Gaza. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, dia telah menampilkan dirinya secara daring sebagai penentang keras "terorisme", menjauhkan diri dari serangan 7 Oktober dan secara terbuka mengkritik Hamas.

Klaim Abu Shabab tentang kepemimpinan suku telah ditolak oleh Adil al-Tarabin, kepala suku Tarabin tempat dia berasal, yang mengatakan kepada The Information bahwa "dia hanya mewakili dirinya sendiri".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved