Terungkap, Israel Gunakan Gangster Abu Shabab untuk Membangun 'Desa-desa Kolaborator' di Gaza

Minggu, 10 Agustus 2025 - 14:17 WIB
loading...
A A A
Di Gaza, dia secara luas dipandang sebagai kolaborator yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat dan mengeksploitasi kekacauan perang tanpa legitimasi sosial apa pun.

Para pemimpin suku dan keluarga secara konsisten menolak kerja sama dengan Israel di dalam wilayah kantong Palestina tersebut.

Michael Milstein, mantan perwira intelijen yang bertanggung jawab atas urusan Palestina yang kini memimpin Forum Studi Palestina di Universitas Tel Aviv, membandingkan kebijakan tersebut dengan kesalahan AS di Afghanistan ketika mempersenjatai para milisi Afghanistan yang kemudian menjadi Taliban.

"Kami mengambil risiko besar. Kami tidak tahu apakah kelompok-kelompok ini akan tetap setia kepada kami. Mereka nantinya bisa menjadi milisi terlatih yang bermusuhan," ujarnya dalam wawancara mendetail di podcast Israel Policy Pod.

Dia menambahkan bahwa apa yang disebut "kekuatan rakyat" Abu Shabab tidak menimbulkan ancaman nyata bagi Hamas dan bukanlah alternatif politik yang layak, seraya menegaskan bahwa tidak ada pengganti untuk solusi politik.

Sejarawan dan penulis Amerika James L Gelvin, seorang pakar sejarah Timur Tengah, mengatakan kepada The Information bahwa Abu Shabab adalah "seorang panglima perang yang tidak percaya pada politik, hanya bertindak sesuai kepentingannya sendiri", menyebut kebijakan Israel sebagai "trik lama yang gagal" yang didasarkan pada mempersenjatai milisi lokal tanpa agenda politik selain melonggarkan kendali militer jika Hamas jatuh.

Investigasi media Denmark menyimpulkan bahwa kebijakan Israel untuk memecah belah masyarakat Palestina dan mendukung kelompok-kelompok bersenjata tanpa legitimasi maupun tuntutan politik merupakan pengulangan yang berbahaya dari kesalahan masa lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved