Putin Disebut Bersedia Akhiri Perang Jika Ukraina Serahkan Wilayahnya ke Rusia

Minggu, 10 Agustus 2025 - 09:41 WIB
loading...
Putin Disebut Bersedia...
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan bersedia mengkhiri perangnya di Ukraina jika Kyiv menyerahkan sebagian besar wilayahnya di bagian timur kepada Moskow. Foto/Sputniknews
A A A
KYIV - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan bersedia mengkhiri perangnya di Ukraina jika Kyiv menyerahkan sebagian besar wilayahnya di bagian timur kepada Moskow. Laporan itu berasal dari The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip para pejabat Eropa dan Ukraina.

Putin, menurut laporan tersebut, telah menyampaikan usulannya itu kepada utusan khusus AS Steve Witkoff pada hari Rabu.

Putin ingin Ukraina menyerahkan wilayah Donbas yang penduduknya berbahasa Rusia kepada Moskow dengan imbalan penghentian pertempuran, menurut laporan WSJ.

Baca Juga: Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina, Trump dan Putin Akan Bertemu di Alaska Pekan Depan

Presiden AS Donald Trump telah mengupayakan perdamaian Rusia-Ukraina sejak awal masa jabatannya, dan perang tersebut telah merenggut ratusan ribu nyawa di kedua belah pihak sejak konflik dimulai pada tahun 2022.

Rusia saat ini menguasai sebagian wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson, serta sepenuhnya mengendalikan wilayah Luhansk.

Belum jelas apakah Putin akan sepenuhnya menarik diri dari wilayah Zaporizhzhia dan Kherson di Donbas sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, menurut laporan WSJ.

Para pejabat Eropa juga dilaporkan berpartisipasi dalam tiga panggilan telepon dengan pemerintahan Trump sepanjang pekan ini untuk membahas proposal Putin tersebut.

Trump, menurut WSJ, telah berpartisipasi dalam panggilan telepon pertama pada hari Rabu, bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, dan Witkoff. Peserta yang sama, selain presiden, berpartisipasi dalam panggilan telepon kedua pada hari Kamis.

Dalam panggilan telepon ketiga pada hari Jumat, Witkoff dilaporkan memberi tahu para pejabat Eropa bahwa proposal Putin mencakup dua tahap, menurut WSJ.

Pada tahap pertama, Ukraina akan menarik pasukannya dari Donetsk, membekukan garis depan hingga proposal yang lebih permanen dibahas oleh Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Putin pada tahap kedua.

Namun, Ukraina masih akan mengupayakan gencatan senjata sebelum mempertimbangkan proposal apa pun, kata seorang pejabat Ukraina kepada WSJ.

Departemen Luar Negeri AS belum bersedia menanggapi permintaan komentar dari Daily Caller News Foundation, Minggu (10/8/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved