Tentara Swasta China, Pelindung Investasi atau Instrumen Geopolitik?

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 11:07 WIB
loading...
Tentara Swasta China,...
China gunakan tentara swasta untuk amankan proyek Belt and Road Initiative-nya di Asia Tenggara dan Afrika. Namun, kehadiran mereka juga untuk mendukung ambisi geopolitik Beijing. Foto/The African Criminology Journal
A A A
JAKARTA - Kekuatan ekonomi China yang terus tumbuh di Asia Tenggara dan Afrika kini ikut mengubah ambisi geopolitiknya. Seiring meluasnya jejak Beijing melalui koridor strategis infrastruktur, energi, dan konektivitas, risiko terhadap proyek-proyek luar negeri pun semakin meningkat.

Mengutip dari The Irrawady, Jumat (8/8/2025), proyek Belt and Road Initiative (BRI) yang awalnya dibayangkan sebagai kerja sama saling menguntungkan, kini semakin bersinggungan dengan wilayah-wilayah rapuh, dilanda konflik internal, dan memiliki kedaulatan yang diperdebatkan.

Di lingkungan seperti itu, pemerintah China mulai mengandalkan alat perlindungan yang jarang dibahas namun terus berkembang: perusahaan keamanan swasta.

Baca Juga: Dari Sudan hingga Kenya: Jejak Senyap Militer Swasta China

Hingga beberapa waktu lalu, mereka beroperasi secara terbatas, yakni hanya menjaga kompleks atau mengawal insinyur. Namun kini perannya meluas. Mereka mulai muncul sebagai lapisan baru strategi keamanan luar negeri China yang tidak terlalu terlihat sebagai militer resmi dan lebih fleksibel secara politik dibanding intervensi langsung.

Dengan status sebagai entitas komersial, “tentara swasta” ini memberi Beijing cara untuk melindungi investasinya tanpa menanggung biaya reputasi akibat pengerahan militer terbuka. Semakin luas cakupan operasinya, terutama di wilayah seperti Myanmar, semakin sulit mempertahankan klaim bahwa mereka hanyalah pengelola risiko komersial.

Ekspansi Kepentingan China


Myanmar menjadi contoh jelas. Sebelumnya, perusahaan keamanan China terutama dikerahkan untuk melindungi infrastruktur energi dan zona ekonomi seperti pipa minyak dan gas di Kyaukphyu, Negara Bagian Rakhine.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan skala dan fungsi. Pada Februari 2025, laporan memperkirakan antara 50 hingga 100 personel keamanan swasta tambahan dikirim ke Kyaukphyu dengan mandat resmi memperkuat keamanan di titik-titik infrastruktur vital.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved