Kebun Binatang Ini Ajak Warga Sumbang Hewan Peliharaan untuk Makanan Predator
Rabu, 06 Agustus 2025 - 13:48 WIB
loading...
Kebun Binatang Aalborg meminta para pemilik ayam, kelinci, marmut, dan kuda untuk menyumbangkan hewan peliharaan mereka guna membantu memberi makan para predator di kebun binatang tersebut. Foto/google maps
A
A
A
KOPENHAGEN - Satu kebun binatang di Denmark utara memicu kemarahan publik dengan mendorong orang-orang menyumbangkan hewan peliharaan mereka yang tidak diinginkan, termasuk marmut, kelinci, ayam, dan bahkan kuda kecil, untuk diberikan kepada hewan karnivora mereka. Kebun Binatang Aalborg mengajukan permohonan tersebut dalam unggahan Facebook pekan lalu.
Kebun binatang itu mengklaim mereka bertujuan "meniru rantai makanan alami" dan menyediakan nutrisi yang tepat bagi predatornya.
"Ayam, kelinci, dan marmut merupakan bagian penting dari makanan predator kami," tulis unggahan tersebut.
Kebun binatang itu menjelaskan, "Dengan begitu, tidak ada yang terbuang — dan kami memastikan perilaku, nutrisi, dan kesejahteraan alami predator kami."
Situs web kebun binatang juga menyediakan panduan terperinci untuk donasi kuda, yang mensyaratkan hewan harus memiliki tinggi di bawah 147 cm, dalam kondisi sehat, dan disertai dengan dokumentasi yang sesuai.
Kuda yang disumbangkan akan dieutanasia dan disembelih oleh staf kebun binatang, dengan pemiliknya berhak mendapatkan potongan pajak kecil berdasarkan berat hewan.
Pengumuman ini telah memicu perdebatan sengit di dunia maya. Meskipun beberapa komentator mendukung gagasan tersebut sebagai sesuatu yang praktis dan manusiawi, yang lain mengecam kebun binatang tersebut karena mempromosikan "tren ketidakpedulian yang mengerikan" terhadap hewan.
Seorang pengguna menyebut inisiatif tersebut sebagai "pola pikir yang sangat menyimpang dan merendahkan."
Pengguna lain dengan sinis bertanya apakah mereka bisa menyumbangkan "anak-anak tetangga yang sehat tetapi menyebalkan."
Ini bukan pertama kalinya Kebun Binatang Aalborg menghadapi reaksi keras. Pada tahun 2024, kebun binatang tersebut mengeutanasia dua gajah Afrika terakhirnya, satu karena usia dan gajah yang lainnya karena kurangnya pendamping yang cocok.
Hal ini mengakhiri pemeliharaan gajah di fasilitas tersebut. Setahun sebelumnya, seekor gajah lain juga disuntik mati dalam situasi serupa.
Kebun binatang Denmark telah menuai kritik internasional di masa lalu karena praktik pemusnahan yang kontroversial.
Pada tahun 2014, Kebun Binatang Kopenhagen membunuh seekor jerapah sehat bernama Marius karena gennya dianggap terlalu umum untuk tujuan pengembangbiakan.
Kebun binatang tersebut secara terbuka memotong-motong bangkai jerapah tersebut dan memberikannya kepada singa, yang memicu kecaman global.
Di negara tetangga Swedia, Kebun Binatang Furuvik menghadapi pengawasan ketat pada Desember 2022 setelah staf menembak mati tiga simpanse yang melarikan diri dari kandang mereka.
Pihak kebun binatang mengklaim keputusan itu diperlukan mengingat risiko yang ditimbulkan hewan-hewan tersebut, meskipun taman tersebut sedang ditutup untuk pengunjung pada saat itu.
Baca juga: Inggris Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina Sesuai Perbatasan 1967
Kebun binatang itu mengklaim mereka bertujuan "meniru rantai makanan alami" dan menyediakan nutrisi yang tepat bagi predatornya.
"Ayam, kelinci, dan marmut merupakan bagian penting dari makanan predator kami," tulis unggahan tersebut.
Kebun binatang itu menjelaskan, "Dengan begitu, tidak ada yang terbuang — dan kami memastikan perilaku, nutrisi, dan kesejahteraan alami predator kami."
Situs web kebun binatang juga menyediakan panduan terperinci untuk donasi kuda, yang mensyaratkan hewan harus memiliki tinggi di bawah 147 cm, dalam kondisi sehat, dan disertai dengan dokumentasi yang sesuai.
Kuda yang disumbangkan akan dieutanasia dan disembelih oleh staf kebun binatang, dengan pemiliknya berhak mendapatkan potongan pajak kecil berdasarkan berat hewan.
Pengumuman ini telah memicu perdebatan sengit di dunia maya. Meskipun beberapa komentator mendukung gagasan tersebut sebagai sesuatu yang praktis dan manusiawi, yang lain mengecam kebun binatang tersebut karena mempromosikan "tren ketidakpedulian yang mengerikan" terhadap hewan.
Seorang pengguna menyebut inisiatif tersebut sebagai "pola pikir yang sangat menyimpang dan merendahkan."
Pengguna lain dengan sinis bertanya apakah mereka bisa menyumbangkan "anak-anak tetangga yang sehat tetapi menyebalkan."
Ini bukan pertama kalinya Kebun Binatang Aalborg menghadapi reaksi keras. Pada tahun 2024, kebun binatang tersebut mengeutanasia dua gajah Afrika terakhirnya, satu karena usia dan gajah yang lainnya karena kurangnya pendamping yang cocok.
Hal ini mengakhiri pemeliharaan gajah di fasilitas tersebut. Setahun sebelumnya, seekor gajah lain juga disuntik mati dalam situasi serupa.
Kebun binatang Denmark telah menuai kritik internasional di masa lalu karena praktik pemusnahan yang kontroversial.
Pada tahun 2014, Kebun Binatang Kopenhagen membunuh seekor jerapah sehat bernama Marius karena gennya dianggap terlalu umum untuk tujuan pengembangbiakan.
Kebun binatang tersebut secara terbuka memotong-motong bangkai jerapah tersebut dan memberikannya kepada singa, yang memicu kecaman global.
Di negara tetangga Swedia, Kebun Binatang Furuvik menghadapi pengawasan ketat pada Desember 2022 setelah staf menembak mati tiga simpanse yang melarikan diri dari kandang mereka.
Pihak kebun binatang mengklaim keputusan itu diperlukan mengingat risiko yang ditimbulkan hewan-hewan tersebut, meskipun taman tersebut sedang ditutup untuk pengunjung pada saat itu.
Baca juga: Inggris Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina Sesuai Perbatasan 1967
(sya)
Lihat Juga :