Warga Australia Diperintahkan Serahkan Parang atau Dipenjara 2 Tahun

Selasa, 05 Agustus 2025 - 19:45 WIB
loading...
Warga Australia Diperintahkan...
Berbagai bentuk parang dipajang di Markas Besar Kepolisian Victoria di Melbourne, Australia. Foto/James Ross/AAP
A A A
VICTORIA - Warga Australia diperintahkan menyerahkan parang mereka atau menghadapi hukuman penjara hingga dua tahun dan denda melebihi USD30.000 berdasarkan larangan senjata baru di Victoria. Pemerintah negara bagian tersebut mengadopsi langkah tersebut dalam upaya mengatasi lonjakan kejahatan kekerasan.

Victoria telah mengumumkan larangan penuh atas kepemilikan, penjualan, dan penggunaan parang, yang akan mulai berlaku pada 1 September.

Warga telah diberi masa amnesti tiga bulan untuk mematuhinya, dengan para pejabat memperingatkan setelah 30 November, memiliki parang tanpa pengecualian akan menjadi tindak pidana.

Dalam pernyataan pada hari Kamis, Perdana Menteri Jacinta Allan dan Menteri Kepolisian Anthony Carbines mengatakan lebih dari 40 tempat pembuangan parang telah dipasang di seluruh Victoria, termasuk di luar kantor polisi di daerah-daerah dengan tingkat insiden kekerasan yang tinggi.

Pekerja pertanian dan mereka yang mengaku memiliki parang untuk keperluan tradisional atau budaya akan diizinkan menyimpan parang tetapi harus membuktikan kelayakannya kepada polisi jika diminta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Demonstran Bakar Diri...
Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!
Rekomendasi
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Berita Terkini
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved