Ketika Mafia China Ubah Ibu Kota Mode Cepat Italia Jadi Medan Pertempuran

Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:10 WIB
loading...
Ketika Mafia China Ubah...
Ulah mafia China telah mengubah ibu kota mode cepat Italia menjadi medan pertempuran. Foto/Telegraph
A A A
PRATO - Ketika Zhang Dayong tergeletak bersimbah darah di sebuah trotoar di Roma setelah ditembak enam kali, hanya sedikit yang menduga ada hubungannya dengan pusat tekstil ternama di Italia; Prato.

Namun, "perang hanger" sedang berkecamuk di kota dekat Florence—mengubah pusat manufaktur pakaian terbesar di Eropa dan pilar produksi "Made in Italy" menjadi medan pertempuran bagi kelompok mafia China yang bertikai.

Situasi ini menjadi begitu mendesak sehingga jaksa Prato, Luca Tescaroli, telah meminta bantuan ke Roma, menyerukan dibentuknya divisi anti-mafia dan bala bantuan bagi para hakim dan polisi.

Baca Juga: Istri BosMafia Tewas saat Berselingkuh, 40 Gangster Buru Anggota Nakal

Tescaroli telah memperingatkan bahwa eskalasi kejahatan telah menjadi operasi bisnis yang besar dan telah menyebar ke luar Italia, khususnya ke Prancis dan Spanyol.

Geng-geng tersebut berjuang untuk mengendalikan produksi ratusan juta hanger (gantungan baju) setiap tahun—pasarnya diperkirakan bernilai 100 juta euro—dan hadiah yang lebih besar, yaitu pengangkutan pakaian jadi.

"Mafia China juga mempromosikan imigrasi ilegal pekerja dari berbagai negara ke Prato," kata Tescaroli kepada AFP, yang dilansir Selasa (5/8/2025).

Jaksa anti-mafia veteran tersebut mengatakan bahwa "fenomena ini telah diremehkan", yang memungkinkan mafia untuk memperluas jangkauannya.

Dengan salah satu komunitas China terbesar di Eropa, kota berpenduduk hampir 200.000 jiwa ini telah menyaksikan para pemilik bisnis dan pekerja pabrik China dipukuli atau diancam dalam beberapa bulan terakhir, dengan mobil dan gudang dibakar.

Mantan kepala unit investigasi kepolisian Prato, Francesco Nannucci, mengatakan mafia China menjalankan sarang taruhan, prostitusi, dan narkoba—dan menyediakan transfer uang secara diam-diam kepada rekan-rekan mereka di Italia.

"Bagi para pemimpin mafia, mampu memimpin di Prato berarti mampu memimpin di sebagian besar Eropa," ujar Nannucci kepada AFP.

"Sistem yang Berjalan Lancar"


Kelompok-kelompok China di distrik tersebut bergantung pada apa yang disebut “sistem Prato”, yang telah lama sarat dengan korupsi dan penyimpangan, terutama di sektor mode cepat, seperti pelanggaran ketenagakerjaan dan keselamatan kerja serta penipuan pajak dan bea cukai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Berita Terkini
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved