Ketika Mafia China Ubah Ibu Kota Mode Cepat Italia Jadi Medan Pertempuran

Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Sekitar 5.000 bisnis pakaian jadi dan rajutan di Prato, yang sebagian besar merupakan subkontraktor kecil yang dikelola oleh orang Tionghoa, menghasilkan barang-barang berharga rendah yang akhirnya dijual di toko-toko di seluruh Eropa.

Mereka muncul dengan cepat dan tutup dengan cepat pula, bermain kucing-kucingan dengan pihak berwenang untuk menghindari pajak atau denda. Kain diselundupkan dari China, menghindari bea cukai dan pajak, sementara keuntungan dikembalikan ke China melalui transfer uang ilegal.

Agar tetap kompetitif, sektor ini bergantung pada tenaga kerja murah yang bekerja 24 jam sehari, sebagian besar dari China dan Pakistan, yang menurut Tescaroli kepada komite Senat pada bulan Januari "penting untuk berfungsinya sektor ini dengan baik".

"Ini bukan hanya satu atau dua oknum yang tidak bertanggung jawab, tetapi sistem yang mereka gunakan sudah berjalan dengan baik, dan mereka melakukannya dengan sangat baik—menutup, membuka kembali, dan tidak membayar pajak," kata Riccardo Tamborrino, seorang organisator serikat pekerja Sudd Cobas yang memimpin mogok kerja atas nama imigran.

Penyelidik mengatakan para imigran bekerja tujuh hari seminggu, 13 jam sehari dengan upah sekitar 3 euro per jam.

Tamborrino mengatakan industri pakaian jadi Prato "bebas dari hukum dan kontrak".

"Ini bukan rahasia," katanya. "Semua ini sudah diketahui umum."

"Miss Fashion"


Truk-truk berlalu-lalang siang dan malam di jalanan kawasan industri Prato, hamparan aspal tak berujung yang dipenuhi gudang dan ruang pamer pakaian dengan nama-nama seperti "Miss Fashion" dan "Ohlala Pronto Moda".

Pintu logam yang terbuka memperlihatkan rak-rak pakaian yang penuh sesak, gulungan kain, dan tumpukan kotak yang menunggu pengiriman—langkah terakhir yang dikendalikan oleh Zhang Naizhong, yang oleh jaksa disebut sebagai "bos dari para bos" dalam mafia China di Italia.

Sebuah dokumen pengadilan tahun 2017 menggambarkan Zhang sebagai "tokoh terkemuka dalam lingkaran komunitas China yang tidak bermoral" di Eropa, dengan monopoli atas sektor transportasi dan operasinya di Prancis, Spanyol, Portugal, dan Jerman.

Zhang Dayong, pria yang tewas di Roma bersama pacarnya pada bulan April, adalah wakil Zhang Naizhong. Penembakan tersebut menyusul tiga kebakaran besar yang terjadi di gudang-gudangnya di luar Paris dan Madrid pada bulan-bulan sebelumnya.

Nannucci yakin Naizhong mungkin berada di China, setelah dia dibebaskan pada tahun 2022 atas tuduhan riba dalam persidangan mafia China besar yang sedang berlangsung yang diwarnai berbagai masalah—termasuk kurangnya penerjemah dan hilangnya berkas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Pasifik Jadi Medan Adu...
Pasifik Jadi Medan Adu Kuat Kapal Induk AS dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved