600 Mantan Pejabat Israel Minta Trump Bantu Akhiri Perang Gaza, Berikut 5 Alasannya

Selasa, 05 Agustus 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Anggota NATO Ini Bangun Pos Keamanan di Sepanjang Perbatasan Rusia

2. Kelaparan Melanda Gaza, termasuk Sandera Israel

Wilayah tersebut juga mengalami kekurangan massal akibat pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Israel terhadap apa yang diizinkan masuk ke Gaza. Kementerian mengatakan 180 orang, termasuk 93 anak-anak, telah meninggal karena kekurangan gizi sejak dimulainya perang.

Badan-badan yang didukung PBB mengatakan "skenario terburuk kelaparan sedang terjadi" di Gaza.

Intervensi terbaru oleh para mantan pejabat tinggi Israel tersebut terjadi setelah video dua sandera Israel yang kurus kering dirilis oleh militan Hamas dan Jihad Islam.

Video-video tersebut dikecam secara luas oleh para pemimpin Israel dan Barat.

Setelah video-video tersebut dirilis, Netanyahu berbicara dengan kedua keluarga sandera, memberi tahu mereka bahwa upaya untuk memulangkan semua sandera "akan terus berlanjut secara konstan dan tanpa henti".

Namun seorang pejabat Israel - yang banyak dikutip oleh media lokal - mengatakan Netanyahu sedang berupaya membebaskan para sandera melalui "kekalahan militer Hamas".

Kemungkinan eskalasi baru di Gaza dapat semakin membuat marah sekutu Israel yang telah mendesak gencatan senjata segera karena laporan kematian warga Palestina akibat kelaparan atau malnutrisi mengguncang dunia.

3. Menolak Gagasan Serangan Militer Baru

Kelompok utama yang mendukung keluarga para sandera mengecam gagasan serangan militer baru dengan mengatakan: "Netanyahu sedang membawa Israel dan para sandera menuju kehancuran."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
AS-Iran Setujui Naskah...
AS-Iran Setujui Naskah Kesepakatan Damai, MoU Diteken 19 Juni
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved