Hamas Tolak Perlucutan Senjata, Ini Alasan Utamanya

Senin, 04 Agustus 2025 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Hamas sebelumnya mengecam kunjungan utusan AS tersebut sebagai "pertunjukan sandiwara" yang bertujuan menyesatkan publik tentang situasi di wilayah kantong tersebut, di mana blokade Israel telah memicu krisis kelaparan dan memicu kecaman global.

Lebih dari 1.300 warga Palestina juga tewas saat mencoba mendapatkan makanan di lokasi-lokasi yang dikelola GHF sejak kelompok tersebut mulai beroperasi di wilayah Palestina yang dibombardir pada bulan Mei, ungkap Perserikatan Bangsa-Bangsa awal pekan ini.

Namun, pemerintahan Trump tetap teguh mendukung GHF meskipun terjadi pembunuhan dan meningkatnya kritik terhadap operasi kelompok tersebut di Gaza. Pada bulan Juni, Washington mengumumkan telah menyetujui USD30 juta untuk mendukung GHF.

Baca Juga: 1 Juta Orang Hadiri Misa Penutupan Yubileum Pemuda yang Dipimpin Paus Leo XIV

Komentar Witkoff tentang perlucutan senjata juga muncul di tengah meningkatnya desakan internasional untuk mengakui negara Palestina di tengah kelaparan yang melanda Gaza.

Inggris mengumumkan pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa dua hari di New York minggu ini bahwa mereka mungkin akan mengikuti Prancis dalam mengakui negara Palestina pada bulan September.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved