3.200 Pekerja Boeing Pembuat Jet Tempur AS Mogok Kerja, Ada Apa?

Senin, 04 Agustus 2025 - 12:14 WIB
loading...
3.200 Pekerja Boeing...
Sekitar 3.200 pekerja Boeing pembuat jet tempur Amerika Serikat mogok kerja untuk pertama kalinya sejak 1996. Foto/Bryan Birks/The New York Times
A A A
WASHINGTON - Sekitar 3.200 teknisi mesin Boeing Co yang membangun jet tempur Amerika Serikat (AS) di sebuah pabrik di St Louis akan mogok kerja mulai Minggu tengah malam waktu setempat. Aksi ini merupakan yang pertama kalinya dalam hampir tiga dekade setelah anggota serikat pekerja menolak tawaran kontrak yang dimodifikasi dari perusahaan.

Para anggota serikat menolak kesepakatan yang akan menaikkan upah sebesar 20% dan meningkatkan iuran pensiun. Serikat pekerja terakhir kali mogok kerja pada tahun 1996, dengan penghentian kerja yang berlangsung selama 99 hari.

"Anggota IAM [Asosiasi Internasional Teknisi Mesin] Distrik 837 telah berbicara dengan lantang dan jelas, mereka berhak mendapatkan kontrak yang mencerminkan keterampilan, dedikasi, dan peran penting mereka dalam pertahanan negara kita," ujar Tom Boelling, pejabat tinggi serikat pekerja setempat, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Bloomberg, Senin (4/8/2025).

Baca Juga: Sudah 12 Hancur Total, Mengapa Jet Tempur Siluman F-35 Terus Jatuh?

Perselisihan perburuhan ini akan meningkatkan tekanan finansial pada divisi pertahanan dan antariksa Boeing, yang menghasilkan sekitar 30% pendapatan perusahaan pada kuartal kedua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Trump: Jika Bukan karena...
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Rekomendasi
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Infografis
5 Negara yang Menggunakan...
5 Negara yang Menggunakan Jet Tempur Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved