Rusia dan Ukraina Saling Serang, Depot Minyak Laut Hitam Terbakar Hebat

Minggu, 03 Agustus 2025 - 15:01 WIB
loading...
Rusia dan Ukraina Saling...
Kebakaran besar-besaran melanda depot minyak di dekat resor Sochi di Laut Hitam Rusia, Minggu (3/8/2025). Menurut Moskow, itu akibat serangan drone Ukraina. Foto/East2West News
A A A
MOSKOW - Kebakaran besar-besaran melandadepot minyak di dekat resor Sochi di Laut Hitam Rusia, Minggu (3/8/2025). Menurut Moskow, itu akibat serangan drone Ukraina.

Bandara terdekat Sochi di distrik Adler telah menangguhkan penerbangan.

Gubernur Wilayah Krasnodar Veniamin Kondratyev mengatakan di Telegram bahwa puing-puing drone telah menghantam tangki bahan bakar dan 127 petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api.

Sementara itu, serangan rudal Rusia telah menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur sipil di kota Mykolaiv di selatan Ukraina, kata pejabat setempat.

Baca Juga: Rusia Jadikan Ukraina Kelinci Percobaan untuk Bom Luncur Maut UMPB-5

Setidaknya tujuh warga sipil dilaporkan terluka di kota tersebut, yang telah berulang kali dibombardir oleh pasukan Rusia. Layanan Darurat Negara Ukraina mengatakan tiga dari korban luka sedang dirawat di rumah sakit.

Serangan drone terhadapdepot minyak di dekat Sochi merupakan salah satu dari beberapa serangan yang dilancarkan Ukraina selama akhir pekan, yang menargetkan instalasi di kota-kota Rusia selatan, yaitu Ryazan, Penza, dan Voronezh. Pihak gubernur Voronezh mengatakan empat orang terluka dalam satu serangan drone.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat 93 drone Ukraina semalam, 60 di antaranya berada di atas wilayah Laut Hitam.

Sedangkan Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia menembakkan 76 hingga 83 drone dan tujuh rudal semalam, 61 di antaranya ditembak jatuh. Ditambahkan pula bahwa 16 drone dan enam rudal menghantam sasaran di delapan lokasi.

Serangan ini terjadi setelah minggu yang sangat mematikan bagi warga sipil di Ukraina, termasuk serangan di Kyiv pada hari Kamis yang menewaskan sedikitnya 31 orang.

Lebih dari 300 drone dan delapan rudal jelajah diluncurkan dalam serangan tersebut, kata pejabat Ukraina, menjadikan serangan itu salah satu yang paling mematikan di ibu kota sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022.

Menyusul serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan sanksi internasional yang lebih kuat terhadap Rusia minggu ini, sementara Presiden AS Donald Trump mengutuk tindakan Rusia di Ukraina dan mengisyaratkan sanksi baru terhadap Moskow akan segera diberlakukan.

Pada bulan Juli, Trump mengatakan Putin memiliki waktu 50 hari untuk mengakhiri perang, atau Rusia akan menghadapi tarif berat yang menargetkan minyak dan ekspor lainnya.

Pada hari Senin, Trump menetapkan batas waktu baru "10 atau 12" hari. Dia kemudian menetapkan batas waktu baru, yang akan berakhir pada 8 Agustus.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Penampakan Pesawat Pengebom...
Penampakan Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Hancur Tak Berbekas
Rekomendasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Rezim Zelensky Panik,...
Rezim Zelensky Panik, Rusia dan AS Kompak Tekan Ukraina Gelar Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved