Heboh Wanita India Nikahi 2 Pria Bersaudara, Bagaimana Urusan Tidur?

Minggu, 03 Agustus 2025 - 14:09 WIB
loading...
Heboh Wanita India Nikahi...
Seorang wanita India nikahi 2 pria bersaudara dalam tradisi poliandri kuno. Foto/X@BalbirKumar23
A A A
NEW DELHI - Seorang wanita India bernama Sunita Chauhan telah membuat heboh dengan menikahi dua pria bersaudara dalam tradisi poliandri kuno pada awal bulan ini. Ketika poliandri itu jadi pemberitaan media internasional, banyak yang mempertanyakan cara mengatur waktu mereka dalam berhubungan intim.

Praktik poliandri itu terjadi di komunitas suku Hatti di wilayah Himachal Pradesh dan dikenal sebagai "Jodidara". Sunita Chauhan menikah dengan dua pria kakak-adik; Pradeep dan Kapil Negi. Bahkan pesta pernikahan mereka digelar meriah tiga hari berturut-turut.

Tradisi Jodidara diakui dalam undang-undang Himachal Pradesh dan terdapat dalam pasal 494 dan 495 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana India, yang mengatur hubungan perkawinan.

Baca Juga: Perempuan Ini Nikahi 2 Pria Sekaligus, Pesta Pernikahan Poliandri Meriah 3 Hari Berturut-turut

Namun, bagi yang tidak menduga, sekadar menyebut tentang berbagi istri saja sudah menimbulkan banyak pertanyaan. Untungnya, mantan kepala menteri setempat, YS Parmar, menulis tesis doktoralnya tentang tradisi yang sama yang telah berusia seabad.

Tesisnya yang berjudul "Polyandry in Himalayas: Socio-economic background of Himalayan Polyandry" di Universitas Lucknow mengkaji praktik ini secara ekstensif.

Bagaimana Berbagi Waktu Urusan Tidur?


Dalam penelitiannya, Parmar menjelaskan bahwa dalam poliandri fraternal, istri memiliki otonomi untuk memutuskan bagaimana waktu dibagi di antara para suami.

Menurut laporan Live Hindustan, yang mengutip Parmar, istri harus memberikan kasih sayang dan waktu yang sama kepada semua saudara laki-laki untuk mencegah kecemburuan.

Di halaman 91 tesisnya, Parmar menjelaskan bagaimana terkadang topi atau sepatu diletakkan di luar kamar untuk menunjukkan bahwa sang istri sedang bersama suami tertentu, meskipun ini mengasumsikan rumah tangga tersebut memiliki lebih dari satu kamar, yang tidak selalu terjadi pada keluarga miskin.

"Dalam kebanyakan kasus, sang istri tidur dengan semua suaminya di kamar yang sama...ia memutuskan, sesuai keinginannya sendiri, suami mana yang akan bersamanya malam itu. Namun, ia melakukan tugasnya dengan setiap saudara laki-laki secara bergantian. Biasanya, waktu yang sama diberikan kepada semua suami. Keluhan jarang muncul," catat Parmar dalam tesisnya, seperti dilansir Live Hindustan, Minggu (3/8/2025).

Selain keintiman, sang istri biasanya mengelola rumah tangga, termasuk dapur, pakan ternak, dan pekerjaan pertanian.

Jika beban kerja terlalu berat, dia dapat meminta seorang perempuan lain untuk bergabung dalam rumah tangga, yang kemudian menjadi istri bagi semua saudara laki-laki juga.

Alasan di Balik Poliandri


Anggota suku Hatti menyatakan bahwa poliandri membantu menjaga keutuhan keluarga dan melindungi lahan-lahan kecil.

"Menjaga keutuhan lahan-lahan kecil dan mengurangi biaya pernikahan merupakan alasan ekonomi di balik tradisi ini," kata OP Sharma, mantan ketua Dr. YS Parmar Chair di Universitas Himachal Pradesh.

Dia menambahkan bahwa Parmar tidak mendukung praktik tersebut karena kekhawatirannya terhadap hak-hak perempuan.

Namun, beberapa orang membandingkannya dengan "hubungan kumpul kebo" modern, seorang mahasiswa hukum, Balma Devi, yang dikutip oleh PTI, mengatakan, "Jika hubungan kumpul kebo diterima, lalu mengapa ada masalah dengan tradisi kuno? Ada 15-20 keluarga di desa saya, Koti (distrik Sirmaur), di mana seorang perempuan menikah dengan lebih dari satu laki-laki dan kami ingin tradisi ini berlanjut."

"Hubungan tetap sehat dalam keluarga dan lahan tetap utuh dalam pernikahan bersama," katanya.

Anggota komunitas lainnya, Sant Ram, menambahkan: “Poliandri adalah tradisi lama yang menjaga persaudaraan dan mengelola pengeluaran dengan baik. Kami berempat menikah dengan dua perempuan.”

Suku Hatti Himachal


Suku Hatti, sebuah komunitas yang erat di perbatasan Himachal-Uttarakhand, mendapatkan status "Suku Terdaftar" tiga tahun lalu. Para pemimpin komunitas percaya bahwa pengakuan mereka sebagian berasal dari kepatuhan terhadap praktik tradisional seperti poliandri.

“Kami mendapatkan status suku karena praktik tradisional lama tersebut yang juga tercantum dalam catatan pendapatan. Poliandri lazim di sekitar 150 desa di wilayah Trans Giri, distrik Sirmaur,” kata Ramesh Singta, juru bicara Hatti Vikas Manch.

Meskipun pernikahan semacam itu kini semakin banyak dilakukan secara diam-diam, itu masih diterima oleh banyak orang di komunitas dan desa, kata para tetua desa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved