Bendung Pengaruh China, FBI Buka Kantor di Selandia Baru

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 09:06 WIB
loading...
Bendung Pengaruh China,...
FBI buka kantor di Selandia Baru, China marah besar. Foto/X/FBI
A A A
WELLINGTON - Direktur FBI Kash Patel memicu ketidaknyamanan diplomatik di Selandia Baru dengan menyatakan bahwa pembukaan kantor baru di ibu kota bertujuan untuk melawan pengaruh China. Itu memicu penolakan halus dari Wellington dan kemarahan dari Beijing.

Biro Investigasi Federal (FBI) pada dasarnya adalah badan penegak hukum dan intelijen domestik Amerika Serikat. Misi utamanya adalah menegakkan hukum federal dan menyelidiki kejahatan di AS, termasuk terorisme, kejahatan siber, korupsi, dan kejahatan terorganisir.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, FBI telah memperluas jangkauan globalnya, dengan puluhan kantor atase hukum (disebut Legat) dan sub-kantor di kota-kota utama di seluruh dunia, yang mencakup lebih dari 180 negara, teritori, dan pulau.

Patel berada di Wellington pada hari Kamis untuk meresmikan kantor independen pertama FBI di Selandia Baru dan bertemu dengan para pejabat senior. Pengaturan ini menyelaraskan Selandia Baru dengan misi FBI di negara-negara Five Eyes lainnya yang berbagi intelijen, yang juga mencakup Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Inggris.

Kantor di Wellington akan menyediakan misi lokal bagi staf FBI yang telah beroperasi dengan pengawasan dari Canberra, Australia, sejak 2017.

Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Putin Klaim Produksi Massal Rudal Hipersonik Oreshnik Selesai

Pernyataan Patel tentang China memicu tanggapan yang canggung. Dalam pernyataan yang dibuat dalam sebuah video yang dipublikasikan pada hari Kamis oleh Kedutaan Besar AS, Patel mengatakan bahwa kantor tersebut akan membantu melawan pengaruh Partai Komunis China (PKT) di Samudra Pasifik Selatan yang disengketakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved