Terungkap, Israel Sengaja Biarkan Serangan 7 Oktober untuk Membenarkan Invasi ke Gaza
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa minggu sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober, tentara pengintai perempuan Israel yang memantau Gaza menyerahkan laporan peringatan terperinci yang menjelaskan pelatihan Hamas untuk "meledakkan pos-pos perbatasan di beberapa lokasi, memasuki wilayah Israel, dan mengambil alih kibbutzim."
Menurut dua sumber yang dikutip oleh Financial Times pada November 2023, laporan tersebut, yang dikirimkan kepada perwira intelijen tertinggi di komando selatan Israel, juga mencatat bahwa Hamas tampaknya sedang berlatih untuk menangkap para sandera. Namun, seorang perwira senior Israel menepis peringatan tersebut, dengan mengatakan, "Ini hanyalah skenario imajiner." Tidak ada tindakan pencegahan yang diambil.
The Times of Israel juga melaporkan bahwa peringatan semacam itu telah diabaikan selama berbulan-bulan, sementara intelijen Mesir juga telah memperingatkan Tel Aviv sebelum serangan—peringatan yang juga diabaikan.
Pasukan Israel menginvasi Jalur Gaza yang terkepung setelah operasi Hamas, menewaskan sedikitnya 60.249 warga Palestina dan melukai lebih dari 147.000 lainnya hingga saat ini. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, karena serangan Israel yang membabi buta menargetkan sekolah, masjid, dan bahkan tenda-tenda yang menampung warga Palestina yang terusir.
Melansir Press TV, rezim tersebut telah dikecam atas pembersihan etnis di Gaza karena terus berupaya memindahkan penduduk ke wilayah lain. Presiden AS Donald Trump juga mendukung upaya tersebut, dengan menyebut negara-negara seperti Mesir dan Yordania sebagai kemungkinan tujuan bagi sekitar 2,2 juta penduduk Gaza.
Trump telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengubah Gaza menjadi apa yang ia sebut sebagai "Riviera Timur Tengah."
Menurut dua sumber yang dikutip oleh Financial Times pada November 2023, laporan tersebut, yang dikirimkan kepada perwira intelijen tertinggi di komando selatan Israel, juga mencatat bahwa Hamas tampaknya sedang berlatih untuk menangkap para sandera. Namun, seorang perwira senior Israel menepis peringatan tersebut, dengan mengatakan, "Ini hanyalah skenario imajiner." Tidak ada tindakan pencegahan yang diambil.
The Times of Israel juga melaporkan bahwa peringatan semacam itu telah diabaikan selama berbulan-bulan, sementara intelijen Mesir juga telah memperingatkan Tel Aviv sebelum serangan—peringatan yang juga diabaikan.
Pasukan Israel menginvasi Jalur Gaza yang terkepung setelah operasi Hamas, menewaskan sedikitnya 60.249 warga Palestina dan melukai lebih dari 147.000 lainnya hingga saat ini. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, karena serangan Israel yang membabi buta menargetkan sekolah, masjid, dan bahkan tenda-tenda yang menampung warga Palestina yang terusir.
Melansir Press TV, rezim tersebut telah dikecam atas pembersihan etnis di Gaza karena terus berupaya memindahkan penduduk ke wilayah lain. Presiden AS Donald Trump juga mendukung upaya tersebut, dengan menyebut negara-negara seperti Mesir dan Yordania sebagai kemungkinan tujuan bagi sekitar 2,2 juta penduduk Gaza.
Trump telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengubah Gaza menjadi apa yang ia sebut sebagai "Riviera Timur Tengah."
(ahm)
Lihat Juga :