Trump Ancam Kanada Gara-gara Akan Akui Negara Palestina
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 11:41 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump mengancam Kanada setelah Ottawa berencana mengakui Negara Palestina September mendatang. Foto/Gedung Putih
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Kanada setelah Ottawa berencana mengakui Negara Palestina pada September mendatang. Ancaman Trump adalah mempersulit penandatanganan kesepakatan dagang kedua negara.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada hari Rabu bahwa jika Otoritas Palestina (PA) berjanji untuk memenuhi persyaratan tertentu, termasuk demiliterisasi dan menyelenggarakan pemilu tanpa Hamas, Kanada akan bergabung dengan Prancis, Inggris, dan sekutu lainnya dalam mengakui Negara Palestina secara resmi pada Sidang Umum PBB di New York pada bulan September.
Portugal mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka juga sedang mempertimbangkan pengakuan serupa, dan Jerman mengatakan langkah tersebut akan diambil di akhir perundingan tentang solusi dua negara.
Baca Juga: Gabung Prancis dan Inggris, Kanada Akan Akui Negara Palestina September Nanti
Trump, yang sebelumnya tampak memberikan persetujuan diam-diam kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas deklarasi Inggris sendiri awal pekan ini, kini bereaksi terhadap gerakan yang semakin menguat untuk mengakui Negara Palestina. Trump memperkuat dukungannya terhadap posisi Israel, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah negara Barat itu "memberikan keuntungan bagi Hamas".
"Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi," kata Carney dalam pengumumannya.
Dia mengatakan bahwa pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, telah meyakinkannya bahwa mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkannya, tetapi mengakui: "Masih banyak yang harus terjadi sebelum negara demokratis yang layak dapat didirikan."
"Penderitaan warga sipil yang semakin dalam tidak memberikan ruang untuk menunda tindakan internasional yang terkoordinasi untuk mendukung perdamaian, keamanan, dan martabat kehidupan manusia," kata Carney.
Israel dituduh menolak mengizinkan organisasi internasional mengirimkan bantuan ke Gaza, tempat puluhan orang mati kelaparan dalam beberapa hari terakhir, dengan gambar anak-anak kurus kering yang menggemparkan dunia.
Namun, Trump bereaksi terhadap keputusan Carney dengan mengunggah di media sosial: "Wow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap kenegaraan Palestina. Itu akan sangat menyulitkan kami untuk mencapai kesepakatan dagang dengan mereka."
Trump akan mengenakan tarif 35% untuk semua barang Kanada yang tidak tercakup dalam perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan sebelum batas waktu hari Jumat (1/8/2025).
Carney telah mencatat bahwa kecil kemungkinan kesepakatan perdagangan Kanada-AS dapat sepenuhnya menghindari tarif, meskipun Kanada merupakan pembeli ekspor AS terbesar.
Trump telah menggemakan posisi Israel bahwa mengakui Palestina adalah "memberi imbalan kepada teroris", seperti yang dikatakan Iddo Moed, duta besar Israel untuk Kanada, kepada lembaga penyiaran publik Kanada, CBC.
Dengan semakin banyaknya sekutu yang menentang perang Israel di Gaza, Trump sebelumnya mengkritik rencana Inggris untuk memberikan pengakuan Negara Palestina sebagai "memberi imbalan kepada Hamas", mengatakan kepada para wartawan di Air Force One: "AS tidak berada di kubu itu".
"Anda memberi imbalan kepada Hamas jika Anda melakukan itu. Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi imbalan," paparnya.
Ancaman terbaru Trump terhadap Kanada muncul di tengah upaya lain untuk menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar atas kebijakan dalam dan luar negeri negara lain.
Dia telah berjanji untuk menaikkan tarif terhadap Brasil hingga 50%, mengaitkannya dengan penuntutan sekutunya, mantan presiden Jair Bolsonaro, dan baru-baru ini mengancam tarif tambahan 15% terhadap India karena membeli minyak Rusia, setelah berselisih dengan Putin terkait perang di Ukraina.
Pengumuman kesepakatan dagang AS dengan Thailand dan Kamboja pada hari Kamis juga menyusul tuntutan Trump agar kedua belah pihak mengakhiri pertikaian militer yang pecah pekan lalu.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada hari Rabu bahwa jika Otoritas Palestina (PA) berjanji untuk memenuhi persyaratan tertentu, termasuk demiliterisasi dan menyelenggarakan pemilu tanpa Hamas, Kanada akan bergabung dengan Prancis, Inggris, dan sekutu lainnya dalam mengakui Negara Palestina secara resmi pada Sidang Umum PBB di New York pada bulan September.
Portugal mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka juga sedang mempertimbangkan pengakuan serupa, dan Jerman mengatakan langkah tersebut akan diambil di akhir perundingan tentang solusi dua negara.
Baca Juga: Gabung Prancis dan Inggris, Kanada Akan Akui Negara Palestina September Nanti
Trump, yang sebelumnya tampak memberikan persetujuan diam-diam kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas deklarasi Inggris sendiri awal pekan ini, kini bereaksi terhadap gerakan yang semakin menguat untuk mengakui Negara Palestina. Trump memperkuat dukungannya terhadap posisi Israel, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah negara Barat itu "memberikan keuntungan bagi Hamas".
"Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi," kata Carney dalam pengumumannya.
Dia mengatakan bahwa pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, telah meyakinkannya bahwa mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkannya, tetapi mengakui: "Masih banyak yang harus terjadi sebelum negara demokratis yang layak dapat didirikan."
"Penderitaan warga sipil yang semakin dalam tidak memberikan ruang untuk menunda tindakan internasional yang terkoordinasi untuk mendukung perdamaian, keamanan, dan martabat kehidupan manusia," kata Carney.
Israel dituduh menolak mengizinkan organisasi internasional mengirimkan bantuan ke Gaza, tempat puluhan orang mati kelaparan dalam beberapa hari terakhir, dengan gambar anak-anak kurus kering yang menggemparkan dunia.
Namun, Trump bereaksi terhadap keputusan Carney dengan mengunggah di media sosial: "Wow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap kenegaraan Palestina. Itu akan sangat menyulitkan kami untuk mencapai kesepakatan dagang dengan mereka."
Trump akan mengenakan tarif 35% untuk semua barang Kanada yang tidak tercakup dalam perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan sebelum batas waktu hari Jumat (1/8/2025).
Carney telah mencatat bahwa kecil kemungkinan kesepakatan perdagangan Kanada-AS dapat sepenuhnya menghindari tarif, meskipun Kanada merupakan pembeli ekspor AS terbesar.
Trump telah menggemakan posisi Israel bahwa mengakui Palestina adalah "memberi imbalan kepada teroris", seperti yang dikatakan Iddo Moed, duta besar Israel untuk Kanada, kepada lembaga penyiaran publik Kanada, CBC.
Dengan semakin banyaknya sekutu yang menentang perang Israel di Gaza, Trump sebelumnya mengkritik rencana Inggris untuk memberikan pengakuan Negara Palestina sebagai "memberi imbalan kepada Hamas", mengatakan kepada para wartawan di Air Force One: "AS tidak berada di kubu itu".
"Anda memberi imbalan kepada Hamas jika Anda melakukan itu. Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi imbalan," paparnya.
Ancaman terbaru Trump terhadap Kanada muncul di tengah upaya lain untuk menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar atas kebijakan dalam dan luar negeri negara lain.
Dia telah berjanji untuk menaikkan tarif terhadap Brasil hingga 50%, mengaitkannya dengan penuntutan sekutunya, mantan presiden Jair Bolsonaro, dan baru-baru ini mengancam tarif tambahan 15% terhadap India karena membeli minyak Rusia, setelah berselisih dengan Putin terkait perang di Ukraina.
Pengumuman kesepakatan dagang AS dengan Thailand dan Kamboja pada hari Kamis juga menyusul tuntutan Trump agar kedua belah pihak mengakhiri pertikaian militer yang pecah pekan lalu.
(mas)
Lihat Juga :