Portugal Pertimbangkan Akui Negara Palestina pada September
Kamis, 31 Juli 2025 - 21:30 WIB
loading...
Seorang bayi menderita malnutrisi di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan. Foto/Abdallah Fs Alattar/Anadolu
A
A
A
LISBOA - Pemerintah Portugal akan berkonsultasi dengan presiden dan parlemen mengenai masalah pengakuan Negara Palestina di PBB pada bulan September. Pernyataan itu diungkap kantor Perdana Menteri Luis Montenegro.
“Portugal sedang mempertimbangkan pengakuan negara Palestina, sebagai bagian dari prosedur yang dapat diselesaikan selama pekan tingkat tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, yang akan diselenggarakan di New York pada bulan September,” ungkap pernyataan tersebut.
“Sebanyak 111 warga Palestina, termasuk 91 pencari bantuan, telah tewas dan 820 orang lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza dalam 24 jam terakhir,” papar Kementerian Kesehatan wilayah kantong tersebut.
Sementara itu, berikut ini beberapa perkembangan terbaru di Gaza. Hamas mengatakan sayap bersenjatanya, Brigade Qassam, telah menyerang sekelompok tentara dan kendaraan Israel dengan sejumlah mortir di sebelah timur kota al-Qarara, dekat kota Khan Younis di Gaza selatan.
Irene Khan, pelapor khusus PBB untuk kebebasan berekspresi, mengatakan organisasinya "sangat prihatin" dengan ancaman tentara Israel terhadap Anas al-Sharif, jurnalis Al Jazeera terakhir di Jalur Gaza utara.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pengakuan negara Palestina lebih merupakan hasil akhir negosiasi solusi dua negara, tetapi proses itu harus dimulai sekarang. Dia memperingatkan Berlin akan menanggapi "langkah sepihak".
Ulf Kristersson, perdana menteri Swedia, telah meminta Uni Eropa menangguhkan bagian perdagangan dari perjanjian asosiasinya dengan Israel atas tindakannya dalam perang di Gaza.
Baca juga: Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza
“Portugal sedang mempertimbangkan pengakuan negara Palestina, sebagai bagian dari prosedur yang dapat diselesaikan selama pekan tingkat tinggi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, yang akan diselenggarakan di New York pada bulan September,” ungkap pernyataan tersebut.
“Sebanyak 111 warga Palestina, termasuk 91 pencari bantuan, telah tewas dan 820 orang lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza dalam 24 jam terakhir,” papar Kementerian Kesehatan wilayah kantong tersebut.
Sementara itu, berikut ini beberapa perkembangan terbaru di Gaza. Hamas mengatakan sayap bersenjatanya, Brigade Qassam, telah menyerang sekelompok tentara dan kendaraan Israel dengan sejumlah mortir di sebelah timur kota al-Qarara, dekat kota Khan Younis di Gaza selatan.
Irene Khan, pelapor khusus PBB untuk kebebasan berekspresi, mengatakan organisasinya "sangat prihatin" dengan ancaman tentara Israel terhadap Anas al-Sharif, jurnalis Al Jazeera terakhir di Jalur Gaza utara.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pengakuan negara Palestina lebih merupakan hasil akhir negosiasi solusi dua negara, tetapi proses itu harus dimulai sekarang. Dia memperingatkan Berlin akan menanggapi "langkah sepihak".
Ulf Kristersson, perdana menteri Swedia, telah meminta Uni Eropa menangguhkan bagian perdagangan dari perjanjian asosiasinya dengan Israel atas tindakannya dalam perang di Gaza.
Baca juga: Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza
(sya)
Lihat Juga :