AS Tangkap Tukang Kayu Bernama Yesus
Kamis, 31 Juli 2025 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Penangkapannya telah menggerakkan komunitas dan pendukung gereja Katolik setempat, yang telah mengorganisir diri untuk membantu keluarganya dan mengupayakan pembebasannya.
Respons lokal, yang dipimpin oleh Paroki St Oscar Romero dan didukung oleh lembaga nirlaba, menyoroti meningkatnya kekhawatiran atas perpisahan keluarga dan dampaknya terhadap masyarakat akibat kebijakan imigrasi AS. Jesus Teran dan keluarganya secara rutin menghadiri Gereja Our Lady of the Miraculous Medal di Meadow Lands untuk beribadah.
"Ini merupakan pengalaman yang memilukan," ujar Pendeta Jay Donahue, vikaris paroki senior di Paroki St Oscar Romero, kepada Observer-Reporter.
"Dia telah setia hadir di pertemuan ICE selama lebih dari empat tahun, dia mengikuti protokol ICE, dia mematuhi semua yang seharusnya dia lakukan. Tiba-tiba, dia ditahan," imbuh dia, yang dilansir Newsweek, Kamis (31/7/2025).
Jesus Teran, istri, dan dua putrinya dilaporkan merupakan wajah-wajah yang familiar baik di gereja maupun di masyarakat luas, termasuk bekerja di kebun komunitas.
Dia dilaporkan telah membantu mengolah tanah di kebun dan juga memperbaiki mesin pengolah tanah yang rusak. Keluarganya menanam dan menyiram bunga dan tanaman, sementara salah satu putrinya membawakan jus semangka buatan sendiri.
"Dia sedang membangun kehidupan untuk dirinya sendiri dan keluarganya," ujar Chris McAneny, direktur perumahan untuk lembaga nirlaba Wellness Collective, yang memimpin instalasi taman tersebut, kepada Observer-Reporter.
Respons lokal, yang dipimpin oleh Paroki St Oscar Romero dan didukung oleh lembaga nirlaba, menyoroti meningkatnya kekhawatiran atas perpisahan keluarga dan dampaknya terhadap masyarakat akibat kebijakan imigrasi AS. Jesus Teran dan keluarganya secara rutin menghadiri Gereja Our Lady of the Miraculous Medal di Meadow Lands untuk beribadah.
"Ini merupakan pengalaman yang memilukan," ujar Pendeta Jay Donahue, vikaris paroki senior di Paroki St Oscar Romero, kepada Observer-Reporter.
"Dia telah setia hadir di pertemuan ICE selama lebih dari empat tahun, dia mengikuti protokol ICE, dia mematuhi semua yang seharusnya dia lakukan. Tiba-tiba, dia ditahan," imbuh dia, yang dilansir Newsweek, Kamis (31/7/2025).
Jesus Teran, istri, dan dua putrinya dilaporkan merupakan wajah-wajah yang familiar baik di gereja maupun di masyarakat luas, termasuk bekerja di kebun komunitas.
Dia dilaporkan telah membantu mengolah tanah di kebun dan juga memperbaiki mesin pengolah tanah yang rusak. Keluarganya menanam dan menyiram bunga dan tanaman, sementara salah satu putrinya membawakan jus semangka buatan sendiri.
"Dia sedang membangun kehidupan untuk dirinya sendiri dan keluarganya," ujar Chris McAneny, direktur perumahan untuk lembaga nirlaba Wellness Collective, yang memimpin instalasi taman tersebut, kepada Observer-Reporter.
Lihat Juga :