Israel Larang Susu Formula Masuk, Lebih dari 40.000 Bayi Terancam Tewas di Gaza

Selasa, 29 Juli 2025 - 18:30 WIB
loading...
Israel Larang Susu Formula...
Salim Mahmoud Awad, bayi berusia tujuh bulan, mengalami penurunan berat badan yang signifikan akibat kekurangan susu formula dan makanan bayi setelah mengungsi ke Kota Gaza, Gaza, bersama keluarganya, pada 26 Juli 2025. Foto/Ahmed Jihad Ibrahim Al-arini/A
A A A
JALUR GAZA - Lebih dari 40.000 bayi berisiko meninggal akibat larangan susu formula bayi yang terus berlanjut di Gaza oleh Israel. Otoritas Gaza memperingatkan situasi berbahaya itu pada hari Senin (28/7/2025).

"Ada risiko kematian yang mengancam bagi ribuan bayi di Jalur Gaza akibat larangan pendudukan Israel atas masuknya susu formula bayi," ungkap pernyataan kantor media pemerintah Gaza.

Kantor itu menjelaskan, “Gaza berada di ambang bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengancam nyawa puluhan ribu bayi, karena Israel terus-menerus memblokir masuknya susu formula bayi selama 150 hari dalam apa yang merupakan genosida diam-diam."

"Ada lebih dari 40.000 bayi di bawah usia satu tahun di Gaza yang berisiko meninggal perlahan akibat blokade kriminal yang menyesakkan ini," papar kantor tersebut.

Mereka menyerukan pembukaan segera dan tanpa syarat perlintasan perbatasan Gaza serta masuknya susu formula bayi dan bantuan kemanusiaan dengan segera.

Kantor tersebut menyatakan, “Israel, para pendukungnya, dan komunitas internasional bertanggung jawab penuh atas setiap nyawa tak berdosa yang hilang akibat blokade sistematis ini."

Krisis kelaparan di Gaza telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan. Rekaman video yang mengerikan menunjukkan penduduk yang sangat kurus, beberapa di antaranya tinggal kulit dan tulang, pingsan karena kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan berkepanjangan.

Israel telah memberlakukan blokade di Gaza selama 18 tahun, dan sejak 2 Maret telah menutup semua penyeberangan, memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 147 warga Palestina, termasuk 88 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi sejak Oktober 2023.

Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara Israel telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Israel telah membunuh lebih dari 60.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti telah menghancurkan wilayah tersebut dan menyebabkan kekurangan pangan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.

Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Berita Terkini
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved