Rusia Mulai Menyerah, Bersiap Kehilangan Kapal Induk Satu-satunya

Selasa, 29 Juli 2025 - 09:32 WIB
loading...
A A A
Perkiraan biaya perbaikan telah membengkak dari 20 miliar rubel (USD256,4 juta) pada tahun 2017 menjadi 60 miliar rubel (USD769,2 juta) pada tahun berikutnya, dan jadwalnya telah direvisi dari tahun 2022 menjadi 2024, tanpa ada rencana untuk kembali beroperasi.

Isik, dari Bosphorus Observer, mengatakan kepada Newsweek bahwa, mengingat kapal tersebut telah tidak beroperasi selama bertahun-tahun, penarikan kapal tersebut tidak banyak mengubah strategi, tetapi memberikan pukulan psikologis yang signifikan terhadap status Rusia sebagai kekuatan Angkatan Laut.

Menurutnya, pemikiran Ukraina yang "cerdik dan inovatif" dalam menyerang kapal-kapal Laut Hitam Rusia telah menunjukkan bagaimana perang laut sedang berubah.

"Untuk memperluas kekuasaan di pelosok dunia, Anda membutuhkan kapal-kapal seperti itu, dan Rusia menyerahkan satu-satunya kapal seperti itu yang dimilikinya berarti kehilangan prestise," paparnya.

Angkatan Laut Rusia berada di peringkat ketiga dunia, menurut Military Watch Magazine, dan tertinggal dari AS, yang berada di peringkat pertama.

Hilangnya Admiral Kuznetzov berarti Rusia tidak akan memiliki kapal induk. Namun, berdasarkan klasifikasi Rusia, kapal tersebut ditetapkan sebagai kapal penjelajah pesawat berat, yang memungkinkannya melintasi Selat Turki.

AS memiliki 11 kapal induk super, sementara Rusia tidak memilikinya, yang dapat mengerahkan lebih dari 70 pesawat tempur dari berbagai landasan pacu dengan bantuan sistem ketapel. Terdapat pula 92 kapal penjelajah/kapal perusak Amerika, sementara Rusia hanya memiliki 13 kapal. AS juga memiliki fregat dua kali lipat lebih banyak (21 berbanding 10) dibandingkan Rusia.

Jumlah kapal selam kedua negara relatif sama, dengan AS memiliki 53 kapal selam serang, sementara Rusia memiliki 28 kapal selam, sementara AS memiliki 14 kapal selam rudal balistik, sementara Rusia memiliki 11 kapal selam.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengisyaratkan rencana pemotongan anggaran militer mulai tahun depan. Belum jelas apakah nasib Admiral Kuznetsov akan menjadi bagian dari pertimbangan ini, tetapi komentar Kostin menunjukkan bahwa keputusan akhir belum dibuat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved