Rusia Mulai Menyerah, Bersiap Kehilangan Kapal Induk Satu-satunya

Selasa, 29 Juli 2025 - 09:32 WIB
loading...
A A A
Surat kabar Izvestia melaporkan pada awal Juli bahwa perbaikan kapal tersebut telah ditangguhkan, dan Kostin ditanya tentang nasibnya di sela-sela upacara pengibaran bendera untuk kapal selam nuklir baru di Rusia barat laut.

Kostin mengonfirmasi laporan tersebut, mengatakan kepada Kommersant bahwa tidak ada gunanya memperbaikinya dan akan dijual atau dibuang, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil.

Mantan Komandan Armada Pasifik Rusia, Laksamana Sergey Avakyants, mengatakan kepada Izvestia: "Kapal induk seperti Admiral Kuznetsov sudah menjadi masa lalu—struktur besar dan mahal yang dapat dihancurkan dalam hitungan menit oleh senjata modern."

Admiral Kuznetsov sepanjang 1.000 kaki adalah kapal induk berat terakhir yang dibangun di Uni Soviet dan dirancang untuk menggabungkan kemampuan penerbangan dengan kemampuan serang.

Setelah Uni Soviet runtuh, kapal tersebut dipindahkan ke Armada Utara Rusia dan digunakan dalam intervensi Rusia dalam perang saudara Suriah.

Kapal tersebut berbobot 59.000 ton, memiliki jangkauan 8.400 mil laut dan dapat mengangkut 2.600 awak serta menampung 26 pesawat sayap tetap dan 24 helikopter.

Namun, kapal induk ini menghadapi masalah teknis, dan The National Interest memasukkannya ke dalam daftar kapal induk terburuk di dunia.

Perbaikan dijadwalkan selesai pada tahun 2022 di galangan kapal Zvyozdochka di kota pelabuhan Murmansk di Laut Barents, tetapi proyek tersebut telah dibebani berbagai masalah dan biaya yang melonjak.

Pada tahun 2018, dok kering apung tempat kapal tersebut diperbaiki tenggelam. Tahun berikutnya, kebakaran saat pengelasan menewaskan dua orang, dan kebakaran lain terjadi pada tahun 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR Bentuk Panja Pengawasan 3 Kasus Korupsi yang Libatkan Eks Jampidsus
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Berita Terkini
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved