Inggris Isyaratkan Akan Melawan China atas Krisis Taiwan
Senin, 28 Juli 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
China menganggap pulau Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan prinsip "Satu China", dan bersikeras pada reunifikasi pada akhirnya.
Menurut pemerintah China, reunifikasi damai lebih disukai, tetapi China berhak menggunakan kekuatan jika diperlukan.
Taiwan telah memerintah sendiri sejak tahun 1949, ketika pasukan nasionalis mundur ke pulau itu setelah kalah melawan pasukan komunis dalam Perang Saudara China.
Sebagian besar negara, termasuk Rusia, mengakui Taiwan sebagai bagian dari China. Inggris, serta Amerika Serikat, juga secara resmi berpegang teguh pada prinsip "Satu China" sambil mempertahankan hubungan informal dengan Taiwan dan memasok senjata serta amunisi.
Bulan lalu, Beijing mengkritik pelayaran kapal perang Inggris melalui Selat Taiwan di perairan teritorial China. Tindakan tersebut, kata Beijing, sengaja menimbulkan masalah dan merusak perdamaian di wilayah tersebut.
Menurut pemerintah China, reunifikasi damai lebih disukai, tetapi China berhak menggunakan kekuatan jika diperlukan.
Taiwan telah memerintah sendiri sejak tahun 1949, ketika pasukan nasionalis mundur ke pulau itu setelah kalah melawan pasukan komunis dalam Perang Saudara China.
Sebagian besar negara, termasuk Rusia, mengakui Taiwan sebagai bagian dari China. Inggris, serta Amerika Serikat, juga secara resmi berpegang teguh pada prinsip "Satu China" sambil mempertahankan hubungan informal dengan Taiwan dan memasok senjata serta amunisi.
Bulan lalu, Beijing mengkritik pelayaran kapal perang Inggris melalui Selat Taiwan di perairan teritorial China. Tindakan tersebut, kata Beijing, sengaja menimbulkan masalah dan merusak perdamaian di wilayah tersebut.
(mas)
Lihat Juga :