Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja

Minggu, 27 Juli 2025 - 15:23 WIB
loading...
Thailand Rebut Kembali...
Thailand berhasil merebut kembali wilayah yang dikuasai Kamboja. Foto/X/@AFpost
A A A
BANGKOK - Tentara Kerajaan Thailand (RTA) mengumumkan pada hari Minggu bahwa pasukannya telah merebut kembali wilayah Chong An Ma di Ubon Ratchathani dari pasukan Kamboja. Mereka mengibarkan bendera nasional, dan menyatakan komitmen untuk mempertahankan kedaulatan.

Dalam sebuah unggahan di laman Facebook resminya, Cadangan Pasukan Militer Angkatan Darat, RTA menyatakan bahwa pasukan Thailand telah merebut kembali wilayah Chong An Ma di Zona Tambon, distrik Nam Yuen, dari apa yang mereka sebut sebagai "agresor Kamboja".

Menurut pernyataan tersebut, tentara Thailand mengibarkan bendera nasional di Chong An Ma pada pukul 08.00.

"Pada pukul 08.00 pagi ini (27 Juli), tentara Thailand kembali mengibarkan bendera nasional Thailand, diiringi dengan lantunan lagu kebangsaan yang merdu, menunjukkan komitmen teguh bahwa 'Kemerdekaan kita tidak akan pernah terancam!'" demikian pernyataan dalam unggahan tersebut, dilansir The Nation.

Baca Juga: Perang Kamboja dan Thailand Picu Kekhawatiran Global

Sementara Kepala Kepolisian Thailand Jenderal Kitrat Phanphet memerintahkan peningkatan pengawasan untuk mencegah mata-mata musuh yang mungkin mengidentifikasi target strategis di wilayah Thailand.

Pada hari Minggu, Kitrat mengunjungi Rumah Sakit Sisaket untuk memberikan dukungan moral kepada Sersan Polisi Wachira Kusonphan, 32 tahun, yang terluka oleh pecahan peluru dalam serangan Kamboja di sebuah toko swalayan setempat.

Kepala polisi juga secara pribadi menyumbangkan bantuan keuangan kepada petugas yang terluka.

Ia kemudian pergi ke pusat evakuasi sementara di sebuah kuil setempat di distrik Phayu, di mana ia bertemu dengan warga sipil yang telah mengungsi dari distrik Kantharalak akibat bentrokan yang sedang berlangsung.

Kitrat mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari rencana perjalanan ke provinsi-provinsi garis depan, dimulai di Ubon Ratchathani sebelum tiba di Si Sa Ket.

Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab polisi di daerah konflik ada dua: polisi patroli perbatasan dikerahkan bersama militer di garis depan, sementara unit-unit lain berfokus pada perlindungan rumah dan properti yang ditinggalkan oleh para pengungsi yang kini tinggal di tempat penampungan.

Dia juga telah menginstruksikan petugas untuk memantau individu mencurigakan yang mungkin bekerja sebagai agen musuh dan mencoba mengidentifikasi atau menandai lokasi strategis di dalam perbatasan Thailand.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Unik! Polisi Peru Nyamar...
Unik! Polisi Peru Nyamar Jadi Maskot Piala Dunia 2026 saat Tangkap Pengedar Narkoba
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved