Heboh, 52 Penumpang Yahudi Diusir dari Penerbangan Vueling karena Berbuat Onar
Minggu, 27 Juli 2025 - 08:19 WIB
loading...
Sebanyak 52 penumpang Yahudi Prancis diusir dari penerbangan Vueling karena berbuat onar di dalam pesawat. Foto/via Wikipedia
A
A
A
PARIS - Sebanyak 52 penumpang Yahudi Prancis, termasuk 44 anak-anak, telah diusir dari penerbangan Vueling yang hendak terbang dari Valencia ke Paris karena berbuat onar di dalam pesawat. Kasus ini menjadi heboh karena Israel menuduh puluhan penumpang itu diusir karena beragama Yahudi.
Otoritas Prancis sedang menyelidiki apakah pengusiran 52 penumpang itu karena mereka beragama Yahudi. Pihak maskapai Vueling membantah klaim tersebut.
Insiden itu terjadi pada hari Rabu lalu. Puluhan penumpang dikeluarkan dari penerbangan yang hendak terbang dari kota Valencia di Spanyol menuju Paris, Prancis.
Baca Juga: Konferensi Yahudi: Kejahatan Israel Mengerikan, Keanggotaannya di PBB Harus Ditangguhkan!
Menurut polisi Spanyol dan maskapai penerbangan, alasan pengusiran itu karena perilaku para penumpang yang tidak tertib.
Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Menteri Jean-Noël Barrot telah menghubungi CEO Vueling, Carolina Martinoli, untuk menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas pengusiran sekelompok pemuda Yahudi Prancis dari salah satu penerbangan perusahaan tersebut.
"Barrot juga meminta informasi lebih lanjut untuk menentukan apakah orang-orang ini telah didiskriminasi berdasarkan agama mereka," kata kementerian itu, yang dilansir CTV News, Minggu (27/7/2025).
Permintaan serupa telah diajukan kepada pihak duta besar Spanyol untuk Prancis.
"Martinoli meyakinkan Barrot bahwa penyelidikan internal yang menyeluruh sedang berlangsung dan temuannya akan dibagikan dengan otoritas Prancis dan Spanyol," kata kementerian tersebut.
Vueling sebelumnya juga telah membantah laporan bahwa insiden tersebut, yang melibatkan pengusiran 44 anak di bawah umur dan delapan orang dewasa dari penerbangan V8166, terkait dengan agama para penumpang.
Beberapa media Israel melaporkan bahwa para penumpang tersebut adalah orang Yahudi dan pengusiran mereka bermotif agama, sebuah klaim yang diulang oleh seorang menteri Israel secara daring.
Garda Sipil Spanyol mengatakan bahwa anak-anak di bawah umur dan para orang dewasa tersebut adalah warga negara Prancis. Seorang juru bicara Garda Sipil mengatakan para agen yang terlibat tidak mengetahui afiliasi keagamaan kelompok tersebut.
Seorang juru bicara Vueling mengatakan para penumpang diturunkan setelah anak-anak di bawah umur tersebut berulang kali merusak peralatan darurat pesawat dan mengganggu demonstrasi keselamatan kru.
Seorang juru bicara Garda Sipil mengatakan kapten pesawat memerintahkan penurunan anak-anak di bawah umur dari pesawat di Bandara Manises, Valencia, setelah mereka berulang kali mengabaikan instruksi kru.
Pada hari Kamis, Federasi Komunitas Yahudi Spanyol menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Kelompok tersebut mengatakan bahwa Vueling perlu memberikan bukti dokumenter tentang apa yang terjadi di pesawat.
Otoritas Prancis sedang menyelidiki apakah pengusiran 52 penumpang itu karena mereka beragama Yahudi. Pihak maskapai Vueling membantah klaim tersebut.
Insiden itu terjadi pada hari Rabu lalu. Puluhan penumpang dikeluarkan dari penerbangan yang hendak terbang dari kota Valencia di Spanyol menuju Paris, Prancis.
Baca Juga: Konferensi Yahudi: Kejahatan Israel Mengerikan, Keanggotaannya di PBB Harus Ditangguhkan!
Menurut polisi Spanyol dan maskapai penerbangan, alasan pengusiran itu karena perilaku para penumpang yang tidak tertib.
Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa Menteri Jean-Noël Barrot telah menghubungi CEO Vueling, Carolina Martinoli, untuk menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas pengusiran sekelompok pemuda Yahudi Prancis dari salah satu penerbangan perusahaan tersebut.
"Barrot juga meminta informasi lebih lanjut untuk menentukan apakah orang-orang ini telah didiskriminasi berdasarkan agama mereka," kata kementerian itu, yang dilansir CTV News, Minggu (27/7/2025).
Permintaan serupa telah diajukan kepada pihak duta besar Spanyol untuk Prancis.
"Martinoli meyakinkan Barrot bahwa penyelidikan internal yang menyeluruh sedang berlangsung dan temuannya akan dibagikan dengan otoritas Prancis dan Spanyol," kata kementerian tersebut.
Vueling sebelumnya juga telah membantah laporan bahwa insiden tersebut, yang melibatkan pengusiran 44 anak di bawah umur dan delapan orang dewasa dari penerbangan V8166, terkait dengan agama para penumpang.
Beberapa media Israel melaporkan bahwa para penumpang tersebut adalah orang Yahudi dan pengusiran mereka bermotif agama, sebuah klaim yang diulang oleh seorang menteri Israel secara daring.
Garda Sipil Spanyol mengatakan bahwa anak-anak di bawah umur dan para orang dewasa tersebut adalah warga negara Prancis. Seorang juru bicara Garda Sipil mengatakan para agen yang terlibat tidak mengetahui afiliasi keagamaan kelompok tersebut.
Seorang juru bicara Vueling mengatakan para penumpang diturunkan setelah anak-anak di bawah umur tersebut berulang kali merusak peralatan darurat pesawat dan mengganggu demonstrasi keselamatan kru.
Seorang juru bicara Garda Sipil mengatakan kapten pesawat memerintahkan penurunan anak-anak di bawah umur dari pesawat di Bandara Manises, Valencia, setelah mereka berulang kali mengabaikan instruksi kru.
Pada hari Kamis, Federasi Komunitas Yahudi Spanyol menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Kelompok tersebut mengatakan bahwa Vueling perlu memberikan bukti dokumenter tentang apa yang terjadi di pesawat.
(mas)
Lihat Juga :