Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video
Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:35 WIB
loading...
Nick Myanard merupakan dokter bedah Inggris yang tuding Israel tembaki warga Gaza seperti permainan video. Foto/X/@Taj_Ali1
A
A
A
GAZA - Pasukan Israel menargetkan warga Palestina di Gaza di area-area tertentu, "hampir seperti permainan tembak-menembak." Itu diungkapkan seorang dokter Inggris Nick Maynard yang baru saja kembali dari daerah kantong yang terkepung tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Nick Maynard, yang menghabiskan empat minggu bekerja di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di mana kekurangan makanan telah membuat petugas medis kesulitan merawat anak-anak dan balita, mengatakan bahwa terdapat "malnutrisi yang parah" di antara penduduk.
"Saya bertemu beberapa dokter yang membawa kardus susu formula di bagasi mereka—dan semuanya disita oleh penjaga perbatasan Israel. Tidak ada barang lain yang disita, hanya susu formulanya," ujarnya.
"Akan ada lebih banyak lagi kematian kecuali Israel mengizinkan makanan yang layak masuk ke sana," Maynard memperingatkan.
Dokter bedah itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia melihat orang-orang yang telah saya kenal selama bertahun-tahun, dan ia tidak mengenali beberapa dari mereka.
"Dua rekan kerja saya masing-masing telah kehilangan berat badan 20 kg dan 30 kg. Mereka seperti cangkang; mereka semua lapar," kata Maynard, menambahkan bahwa rekan-rekannya pergi bekerja setiap hari, lalu pulang ke tenda mereka di mana "mereka tidak punya makanan."
Sembilan warga Palestina lainnya tewas dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, sehingga jumlah total kematian akibat kelaparan menjadi 122, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza, Jumat.
Israel telah membunuh lebih dari 59.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong tersebut, melumpuhkan sistem kesehatan, dan menyebabkan kekurangan pangan yang parah.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di daerah kantong tersebut.
Baca Juga: Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Namun sejak perang antara Israel dan Gaza dimulai pada Oktober 2023, misi Maynard telah bergeser. Dalam perjalanannya kali ini, ia melakukan operasi darurat di tengah tembakan, merawat anak-anak yang kekurangan gizi, dan membantu merawat pasien trauma dengan cedera parah.
Berbicara kepada NPR dari Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis utama di Khan Younis, Maynard menggambarkan sistem kesehatan yang kolaps. Suara tembakan bergema di luar saat ia menguraikan apa yang ia sebut sebagai upaya sistematis Israel untuk menghancurkan infrastruktur sipil Gaza: rumah sakit kehilangan pasokan, bayi-bayi meninggal karena kelaparan, dan anak-anak ditembak saat mencoba meraih makanan.
Suara tembakan itu, katanya, bukanlah suara acak.
"Serangan ini sangat umum terjadi pada remaja laki-laki, biasanya berusia 11, 12, 13, 14 tahun, yang ditembak di titik-titik distribusi makanan. Dan kami telah menyaksikannya sangat sering selama beberapa minggu terakhir selama saya berada di sana," ujarnya kepada Morning Edition.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Nick Maynard, yang menghabiskan empat minggu bekerja di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di mana kekurangan makanan telah membuat petugas medis kesulitan merawat anak-anak dan balita, mengatakan bahwa terdapat "malnutrisi yang parah" di antara penduduk.
"Saya bertemu beberapa dokter yang membawa kardus susu formula di bagasi mereka—dan semuanya disita oleh penjaga perbatasan Israel. Tidak ada barang lain yang disita, hanya susu formulanya," ujarnya.
Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video
1. Sudah Bertugas di Gaza selama 15 Tahun
Dokter tersebut, yang telah bertugas di Gaza selama 15 tahun terakhir dan kembali dari Gaza pada kunjungan ketiganya ke wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2023, menambahkan bahwa empat bayi prematur meninggal selama dua minggu pertama ketika ia dirawat di Rumah Sakit Nasser."Akan ada lebih banyak lagi kematian kecuali Israel mengizinkan makanan yang layak masuk ke sana," Maynard memperingatkan.
Dokter bedah itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia melihat orang-orang yang telah saya kenal selama bertahun-tahun, dan ia tidak mengenali beberapa dari mereka.
"Dua rekan kerja saya masing-masing telah kehilangan berat badan 20 kg dan 30 kg. Mereka seperti cangkang; mereka semua lapar," kata Maynard, menambahkan bahwa rekan-rekannya pergi bekerja setiap hari, lalu pulang ke tenda mereka di mana "mereka tidak punya makanan."
2. Menuding Tentara Israel Menembaki Warga Gaza seperti Permainan Tembak Menembak
Ia mengatakan tentara Israel menembaki warga sipil di titik-titik bantuan "hampir seperti permainan tembak-menembak," sebuah klaim yang dibantah oleh pasukan Israel meskipun ada banyak laporan internasional.Sembilan warga Palestina lainnya tewas dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, sehingga jumlah total kematian akibat kelaparan menjadi 122, ungkap Kementerian Kesehatan Gaza, Jumat.
Israel telah membunuh lebih dari 59.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong tersebut, melumpuhkan sistem kesehatan, dan menyebabkan kekurangan pangan yang parah.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di daerah kantong tersebut.
Baca Juga: Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
3. Melatih Ahli Bedah di Gaza
Nick Maynard telah menghabiskan 15 tahun bepergian dari Oxford, Inggris, ke Gaza, membimbing para dokter muda dan melatih para ahli bedah. Salah satu mantan muridnya, seorang perempuan Palestina yang kemudian menjadi dokter di Inggris, kini dianggap sebagai bagian dari keluarganya.Namun sejak perang antara Israel dan Gaza dimulai pada Oktober 2023, misi Maynard telah bergeser. Dalam perjalanannya kali ini, ia melakukan operasi darurat di tengah tembakan, merawat anak-anak yang kekurangan gizi, dan membantu merawat pasien trauma dengan cedera parah.
Berbicara kepada NPR dari Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis utama di Khan Younis, Maynard menggambarkan sistem kesehatan yang kolaps. Suara tembakan bergema di luar saat ia menguraikan apa yang ia sebut sebagai upaya sistematis Israel untuk menghancurkan infrastruktur sipil Gaza: rumah sakit kehilangan pasokan, bayi-bayi meninggal karena kelaparan, dan anak-anak ditembak saat mencoba meraih makanan.
Suara tembakan itu, katanya, bukanlah suara acak.
"Serangan ini sangat umum terjadi pada remaja laki-laki, biasanya berusia 11, 12, 13, 14 tahun, yang ditembak di titik-titik distribusi makanan. Dan kami telah menyaksikannya sangat sering selama beberapa minggu terakhir selama saya berada di sana," ujarnya kepada Morning Edition.
(ahm)
Lihat Juga :