Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Thaksin menegaskan kembali bahwa situasi ini bukan tentang keluhan pribadi, melainkan masalah nasional. Ia mencatat bahwa tindakan pemimpin Kamboja tersebut didorong oleh motif politik internal dan nasionalisme yang berlebihan, yang menciptakan ketegangan yang tidak perlu.
Thaksin membantah konflik keluarga memicu perang Thailand-Kamboja, bersikeras tidak akan campur tangan dalam operasi militer.
Ia juga membahas peran militer dalam konflik tersebut.
Ia menekankan bahwa militer Thailand bekerja secara profesional dan seharusnya diizinkan untuk menjalankan operasi tanpa gangguan. "Militer harus bertindak berdasarkan strategi yang mereka yakini benar, dan pemerintah kami tidak melakukan intervensi. Kami mendukung upaya mereka, dan kami tidak menghentikan mereka, bahkan ketika negara lain telah menyerukan gencatan senjata. Operasi militer belum selesai, dan harus dituntaskan," ujarnya.
Ketika ditanya tentang potensi perundingan gencatan senjata, Thaksin mengakui bahwa beberapa negara telah menyatakan kekhawatiran dan menawarkan mediasi, tetapi ia bersikeras bahwa setiap diskusi harus dilakukan di tingkat Dewan Keamanan Nasional (NSC), bukan melalui lobi eksternal.
Mengenai kemampuan militer Thailand, Thaksin menyatakan bahwa militer Thailand diperlengkapi dengan baik dan terus berkembang. Ia menyebutkan bahwa drone digunakan untuk pengawasan guna mendeteksi ranjau darat dan merencanakan operasi, dengan teknologi yang diharapkan akan tiba minggu depan. "Kita perlu melindungi nyawa tentara kita. Dua di antaranya telah terluka," tambahnya.
Thaksin membantah konflik keluarga memicu perang Thailand-Kamboja, bersikeras tidak akan campur tangan dalam operasi militer.
Ia juga membahas peran militer dalam konflik tersebut.
Ia menekankan bahwa militer Thailand bekerja secara profesional dan seharusnya diizinkan untuk menjalankan operasi tanpa gangguan. "Militer harus bertindak berdasarkan strategi yang mereka yakini benar, dan pemerintah kami tidak melakukan intervensi. Kami mendukung upaya mereka, dan kami tidak menghentikan mereka, bahkan ketika negara lain telah menyerukan gencatan senjata. Operasi militer belum selesai, dan harus dituntaskan," ujarnya.
Ketika ditanya tentang potensi perundingan gencatan senjata, Thaksin mengakui bahwa beberapa negara telah menyatakan kekhawatiran dan menawarkan mediasi, tetapi ia bersikeras bahwa setiap diskusi harus dilakukan di tingkat Dewan Keamanan Nasional (NSC), bukan melalui lobi eksternal.
Mengenai kemampuan militer Thailand, Thaksin menyatakan bahwa militer Thailand diperlengkapi dengan baik dan terus berkembang. Ia menyebutkan bahwa drone digunakan untuk pengawasan guna mendeteksi ranjau darat dan merencanakan operasi, dengan teknologi yang diharapkan akan tiba minggu depan. "Kita perlu melindungi nyawa tentara kita. Dua di antaranya telah terluka," tambahnya.
(ahm)
Lihat Juga :