Trump Minta Israel Tuntaskan Tugas Perang Melawan Hamas

Sabtu, 26 Juli 2025 - 16:07 WIB
loading...
A A A
Dan beberapa pejabat AS mengatakan mereka berharap kedua komentar presiden pada hari Jumat, yang dipadukan dengan keputusan Witkoff pada hari Kamis untuk menarik diri dari perundingan gencatan senjata, akan mendorong Hamas ke posisi negosiasi yang lebih konsiliatif.

Namun, penarikan diri mendadak Amerika Serikat mengirimkan gelombang kejut pada Kamis malam di Doha, ibu kota Qatar tempat negosiasi berlangsung.

"Ini adalah gempa bumi," kata seorang sumber yang mengetahui langsung perundingan tersebut. "Kita sedang menghadapi gempa susulan."

Seperti yang telah terjadi selama berbulan-bulan, poin-poin penting dalam perundingan tersebut meliputi bagaimana dan kapan perang akan berakhir secara permanen, jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan, dan di mana militer Israel akan ditempatkan kembali di Gaza, menurut orang-orang yang mengetahui perundingan tersebut.

Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat di South Lawn sambil menunggu helikopternya, Trump menyalahkan kegagalan perundingan tersebut sepenuhnya pada Hamas, yang menurutnya telah kehilangan pengaruhnya setelah puluhan sanderanya dibebaskan atau meninggal dalam tahanan.

"Sekarang kita sampai pada sandera terakhir, dan mereka tahu apa yang terjadi setelah kita mendapatkan sandera terakhir, dan pada dasarnya, karena itu, mereka benar-benar tidak ingin membuat kesepakatan," kata Trump, menggemakan sentimen yang menurut seorang pejabat AS disampaikan Netanyahu saat ia bertemu Trump untuk makan malam di Gedung Putih awal bulan ini.

Apakah komentar Trump benar-benar akan menekan Hamas agar menyetujui proposal yang ada untuk mengakhiri perang masih harus dilihat, tetapi tampaknya komentar tersebut dirancang sebagian untuk mencoba mendorong Hamas kembali ke ranah yang dapat dicapai.

Menyusul pernyataan Witkoff pada hari Kamis, pejabat senior Israel tersebut mengatakan Israel berharap Hamas akan "terhubung kembali dengan kenyataan" sehingga kesenjangan yang tersisa dapat dijembatani.

Berbicara kepada CNN pada hari Jumat, juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce memperkirakan upaya Trump dan Witkoff pada akhirnya akan membuahkan hasil, meskipun ia menolak untuk menunjukkan arah pembicaraan selanjutnya.

Baca Juga: Apa Itu Operasi Perang Trat Pikhat Pairee 1 yang Digelar Thailand?

"Ada — jelas ada banyak alat di kotak peralatan Presiden Trump, banyak pilihan yang dimiliki Utusan Khusus Witkoff," kata Bruce kepada Kate Bolduan. "Jadi, mereka adalah individu yang sangat cerdas dan mahir yang memahami para pemain. Dan saya berharap kita akan meraih beberapa keberhasilan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved