AS Minta Arab Saudi Kirim Pencegat Rudal ke Israel selama Perang Iran, Riyadh Menolak

Sabtu, 26 Juli 2025 - 12:01 WIB
loading...
A A A
AS juga menembakkan Standard Missile-3 (SM-3) yang dipasang pada kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke untuk mempertahankan Israel.

Meskipun sistem pertahanan udara tiga tingkat Israel didukung oleh kekuatan senjata tambahan Amerika, Iran mampu mengirimkan rudal ke kota-kota Israel hingga gencatan senjata tercapai.

The Telegraph melaporkan rudal Iran secara langsung mengenai lima fasilitas militer Israel.

Para analis mengatakan sistem pertahanan udara Amerika dan Israel bertahan lebih baik daripada yang diantisipasi beberapa perencana militer, mengingat skala serangan Iran, tetapi Republik Islam tersebut mampu mengeksploitasi titik lemah sistem tersebut, terutama seiring berlanjutnya konflik.

"Kelemahannya adalah sistem ini berisiko kehabisan amunisi. Kami hanya memiliki sedikit pencegat dan kemampuan untuk memproduksinya," ujar Douglas Birkey, direktur eksekutif Mitchell Institute for Aerospace Studies, sebelumnya kepada MEE.

Di tengah kekurangan tersebut, Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa beberapa pejabat AS bahkan membahas kemungkinan mengambil alih pencegat THAAD yang dibeli oleh Arab Saudi dan mengalihkannya ke Israel.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada MEE bahwa perundingan tersebut terjadi setelah Arab Saudi menolak tawaran halus AS dan upaya-upaya kesepakatan.

Kedua pejabat AS tersebut juga memberi tahu MEE bahwa AS meminta Uni Emirat Arab untuk berbagi pencegat dengan Israel.

Keduanya tidak mengonfirmasi apakah ada yang tiba. UEA adalah negara non-AS pertama yang membeli dan mengoperasikan THAAD, yang diaktifkannya pada tahun 2016.

Keberhasilan Iran menembus pertahanan udara canggih Israel tidak luput dari perhatian negara-negara Teluk yang pertahanannya lebih lemah, menurut para ahli.

Israel Membayar Harganya


Mencari-cari pencegat di seluruh dunia telah menjadi pekerjaan umum bagi segelintir pejabat AS karena sekutunya, Israel dan Ukraina, keduanya menghadapi musuh yang mengandalkan rudal balistik dan drone yang jauh lebih murah.

Kantor kebijakan Departemen Pertahanan AS telah memimpin upaya untuk membujuk sekutu-sekutu AS agar berbagi pencegat dengan Israel.

Upaya tersebut dipimpin Christopher Mamaux, Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Kemitraan Global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Pahlawan Cape Verde...
Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026 Menangis, Ibunya Ditolak Masuk Amerika Serikat
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved