Jumlah Warga Palestina yang Tewas Kelaparan di Gaza Bertambah Jadi 122 Orang

Jum'at, 25 Juli 2025 - 19:50 WIB
loading...
Jumlah Warga Palestina...
Warga yang kelaparan menunggu pembagian makanan hangat di Gaza. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Rumah sakit di Gaza mencatat sembilan kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir. Data itu diungkap Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut pada Jumat (25/7/2025).

Penghitungan ini menjadikan jumlah total orang yang mati kelaparan selama perang Israel di Gaza menjadi 122 orang, termasuk 83 anak-anak, demikian pernyataan kementerian di Telegram.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menunjukkan hanya Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menentang resolusi penting PBB pada akhir 2021 yang mengakui akses pangan sebagai hak asasi manusia yang dilindungi.

“Dunia bersatu, dan Resolusi Hak atas Pangan didukung seluruh anggota PBB, sementara kedua negara ini menolaknya mentah-mentah,” tulis Esmaeil Baghaei dalam unggahan di X.

Dia menambahkan resolusi tersebut secara eksplisit melarang kelaparan sebagai metode peperangan.

“Bukankah penentangan mereka terhadap resolusi tersebut menunjukkan kebijakan yang direncanakan untuk menggunakan pangan sebagai senjata perang?” ungkap dia.

Doctors Without Borders, badan amal medis global yang juga dikenal dengan akronim Prancisnya MSF, mengatakan seperempat dari seluruh anak kecil dan ibu hamil atau menyusui yang diperiksa di kliniknya di Gaza pekan lalu mengalami malnutrisi. Mereka menyalahkan "kebijakan kelaparan" Israel.

Seorang anak Palestina, Abdul Qader al-Fayoumi, meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan, menurut seorang sumber di Rumah Sakit al-Ahli di Kota Gaza, yang berbicara kepada rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic.

“Segala upaya harus dilakukan untuk melindungi nyawa yang tidak bersalah dan mengakhiri penderitaan serta kelaparan rakyat Gaza,” ungkap Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "bencana kemanusiaan".

Satu badan amal yang berbasis di Inggris memperingatkan situasi layanan kesehatan yang melumpuhkan di Gaza akibat blokade bantuan oleh Israel karena penyakit yang ditularkan melalui air meningkat hampir 150%.

Mohammed Khaled Hassan Mabrouk, 14 tahun, meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah ditembak pasukan Israel pada hari Rabu di kamp pengungsi al-Ein, sebelah barat Nablus, di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: Hamas Menyambut Baik Niat Prancis Mengakui Palestina pada Bulan September
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved