Perang Thailand-Kamboja Bisa Seret Pihak Luar, Tak Belajar dari Konflik Indonesia-Malaysia

Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:23 WIB
loading...
Perang Thailand-Kamboja...
Pakar sebut perang Thailand-Kamboja berpotensi menyeret pihak luar. Pemerintah kedua negara juga dianggap tak belajar dari pertikaian yang pernah terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Foto/Angkatan Darat Kerajaan Thailand
A A A
JAKARTA - Teuku Rezasyah, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, mengatakan perang Thailand-Kamboja saat ini berpotensi menyeret pihak luar. Menurutnya, kedua pemerintah negara itu tidak belajar dari pertikaian yang pernah terjadi antara Republik Indonesia (RI) dan Malaysia.

"Akar masalah itu pertama-tama karena peta perbatasan yang dibuat oleh Prancis," kata Teuku Rezasyah dalam "SINDO PRIME" SINDO TV.

"Namun, Prancis saat itu membuat petanya dalam konteks rivalitas antara Inggris, Prancis, dan Belanda di Asia Tenggara. Sehingga memaksakan perbatasan itu tanpa mengindahkan sosiolingustik, kerapatan hubungan kekerabatan, dan kedekatan spiritual antara penduduk di perbatasan," paparnya.

Baca Juga: Mengapa Thailand dan Kamboja Tiba-tiba Perang? Ini yang Sebenarnya Terjadi

"Hal ini juga dilakukan oleh Inggris dan Malaysia di Pulau Kalimantan. Pemerintah Thailand dan Kamboja tidak belajar dari pertikaian yang telah terjadi antara Indonesia dan Malaysia sehingga terlambat membawa masalah ini ke International Court of Justice," paparnya.

Menurut Rezasyah, pemerintah kedua negara cenderung mengambil manfaat dari konflik perbatasan yang terjadi guna meningkatkan kredibilitas mereka masing-masing.

"Ini sangat berbahaya karena andalan kita adalah ASEAN. [ASEAN] itu adalah kawasan zone of peace, freedom, and neutrality. Di mana kita bisa menstabilkan negara dan konflik-konflik yang ada secara baik berdasarkan mekanisme consultation and consensus," kata Rezasyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Berita Terkini
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Infografis
Senjata AS Tak akan...
Senjata AS Tak akan Bisa Lindungi Ukraina dari Nuklir Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved