Perang Thailand-Kamboja Bisa Seret Pihak Luar, Tak Belajar dari Konflik Indonesia-Malaysia
Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap ASEAN menyegerakan sebuah pertemuan daurat dari para menteri luar negeri. "Ini belajar dari pengalaman kita saat terjadinya krisis di Myanmar tahun 2021," ujarnya.
"Krisis ini [Thailand-Kamboja] berpotensi melibatkan negara-negara luar. Oleh karena itu, hendaknya kepala negara ASEAN memprakarsai sebuah konferensi tingkat tinggi," seru pakar dari Universitas Padjajaran tersebut.
Menurutnya, bisa saja terjadi masing-masing negara ASEAN membuat suatu statement yang mungkin netral tapi sedikit tendensius yang pada akhirnya bisa dianggap mendukung salah satu pihak yang terlibat konflik.
"Hendaknya pemimpin ASEAN mengingatkan. Kita ini mengandalkan zone of peace, freedom, and neutrality. Kita menolak campur tangan pihah-pihak luar langsung maupun tidak langsung atas krisis ini," terang Rezasyah.
Perang Thailand dan Kamboja yang pecah sejak Kamis telah menewaskan 14 orang di pihak Thailand hingga Jumat (25/7/2025).
Pertempuran terjadi sehari setelah ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan melukai lima tentara Thailand dan menyebabkan Bangkok menarik duta besarnya dari Kamboja serta mengusir utusan Kamboja untuk Thailand.
"Krisis ini [Thailand-Kamboja] berpotensi melibatkan negara-negara luar. Oleh karena itu, hendaknya kepala negara ASEAN memprakarsai sebuah konferensi tingkat tinggi," seru pakar dari Universitas Padjajaran tersebut.
Menurutnya, bisa saja terjadi masing-masing negara ASEAN membuat suatu statement yang mungkin netral tapi sedikit tendensius yang pada akhirnya bisa dianggap mendukung salah satu pihak yang terlibat konflik.
"Hendaknya pemimpin ASEAN mengingatkan. Kita ini mengandalkan zone of peace, freedom, and neutrality. Kita menolak campur tangan pihah-pihak luar langsung maupun tidak langsung atas krisis ini," terang Rezasyah.
Perang Thailand dan Kamboja yang pecah sejak Kamis telah menewaskan 14 orang di pihak Thailand hingga Jumat (25/7/2025).
Pertempuran terjadi sehari setelah ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan melukai lima tentara Thailand dan menyebabkan Bangkok menarik duta besarnya dari Kamboja serta mengusir utusan Kamboja untuk Thailand.
Lihat Juga :