Pakar Nilai Peta Buatan Prancis Biang Kerok Perang Thailand-Kamboja

Jum'at, 25 Juli 2025 - 11:41 WIB
loading...
A A A
Di Bangkok, Kementerian Kesehatan Masyarakat mengatakan seorang tentara Thailand dan 13 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas sementara 14 tentara dan 32 warga sipil lainnya terluka.

Menteri Kesehatan Masyarakat Somsak Thepsuthin mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap warga sipil dan sebuah rumah sakit sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

"Kami mendesak pemerintah Kamboja untuk segera menghentikan tindakan kejahatan perang ini, dan kembali menghormati prinsip-prinsip koeksistensi damai," ujarnya.

Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan pertempuran tersebut memengaruhi empat provinsi. Kementerian Dalam Negeri diperintahkan untuk mengevakuasi penduduk setidaknya 50 kilometer (30 mil) dari perbatasan.

Di Kamboja, ratusan penduduk desa pindah dari rumah mereka di dekat perbatasan ke sekitar 30 kilometer (18 mil) lebih dalam di Provinsi Oddar Meanchey. Banyak yang melakukan perjalanan bersama seluruh keluarga dan sebagian besar harta benda mereka dengan traktor rakitan, sebelum menetap di tempat tidur gantung dan tempat penampungan sementara.

Dari perkemahan dekat kota Samrong, seorang ibu empat anak berusia 45 tahun, Tep Savouen, mengatakan semuanya bermula sekitar pukul 08.00 pagi.

“Tiba-tiba saya mendengar suara keras,” ujarnya kepada AP. “Anak saya memberi tahu saya bahwa itu mungkin guntur dan saya berpikir, ‘Apakah itu guntur atau keras, lebih seperti suara tembakan?’ Saat itu saya sangat takut," paparnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengatakan: "Pemerintah siap untuk mengintensifkan langkah-langkah pertahanan diri kami jika Kamboja terus melakukan agresi bersenjata dan pelanggaran terhadap kedaulatan Thailand.”

Di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh, juru bicara Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan negaranya mengerahkan pasukan bersenjata karena tidak punya pilihan selain mempertahankan wilayahnya dari ancaman Thailand.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved