Turki Unjuk Kekuatan dengan Bom Penghancur Bunker dan Rudal Hipersonik Buatan Sendiri
Jum'at, 25 Juli 2025 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa rudal baru tersebut akan berfungsi sebagai pengganda kekuatan bagi militer Turki.
Haluk Gorgun, presiden Badan Industri Pertahanan Turki, mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa proyek rudal dan senjata hipersonik tambahan sedang berlangsung dan akan diumumkan kepada publik pada waktunya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada bulan Juni bahwa Turki akan memperkuat pencegahannya dengan meningkatkan persediaan rudal jarak menengah dan jauhnya. Pada bulan Januari, Erdogan mengumumkan bahwa Ankara telah berhasil mengembangkan rudal baru bernama Cenk, dengan jangkauan 2.000 kilometer, yang ditujukan untuk digunakan dalam program luar angkasa Turki.
Pada pameran pertahanan tersebut, Roketsan juga memperkenalkan rudal peluncur udara 300 ER, yang mampu menyerang target sejauh lebih dari 500 kilometer ketika dikerahkan dari platform seperti jet tempur dan drone.
Selama permusuhan baru-baru ini, Israel diyakini telah menggunakan rudal serupa untuk menyerang target di dekat perbatasan Irak dari jarak aman.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengerahkan amunisi penghancur bunkernya sendiri, GBU-57 A/B Massive Ordnance Penetrator, dalam serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.
Selain itu, Roketsan meluncurkan pengembangan wahana peluncur satelit Simsek-2, sebuah sistem dua tahap berbahan bakar cair canggih yang mampu membawa muatan 1,5 ton ke orbit di atas 700 kilometer. Hal ini menandai tonggak penting dalam ambisi teknologi antariksa Turki.
Haluk Gorgun, presiden Badan Industri Pertahanan Turki, mengatakan kepada wartawan bahwa beberapa proyek rudal dan senjata hipersonik tambahan sedang berlangsung dan akan diumumkan kepada publik pada waktunya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada bulan Juni bahwa Turki akan memperkuat pencegahannya dengan meningkatkan persediaan rudal jarak menengah dan jauhnya. Pada bulan Januari, Erdogan mengumumkan bahwa Ankara telah berhasil mengembangkan rudal baru bernama Cenk, dengan jangkauan 2.000 kilometer, yang ditujukan untuk digunakan dalam program luar angkasa Turki.
Rentang Senjata Baru Turki
Pada pameran pertahanan tersebut, Roketsan juga memperkenalkan rudal peluncur udara 300 ER, yang mampu menyerang target sejauh lebih dari 500 kilometer ketika dikerahkan dari platform seperti jet tempur dan drone.
Selama permusuhan baru-baru ini, Israel diyakini telah menggunakan rudal serupa untuk menyerang target di dekat perbatasan Irak dari jarak aman.
Sementara itu, Amerika Serikat telah mengerahkan amunisi penghancur bunkernya sendiri, GBU-57 A/B Massive Ordnance Penetrator, dalam serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.
Selain itu, Roketsan meluncurkan pengembangan wahana peluncur satelit Simsek-2, sebuah sistem dua tahap berbahan bakar cair canggih yang mampu membawa muatan 1,5 ton ke orbit di atas 700 kilometer. Hal ini menandai tonggak penting dalam ambisi teknologi antariksa Turki.
Lihat Juga :