Tentara Israel Blakblakan Gunakan Anak-anak Gaza sebagai Tameng Manusia
Kamis, 24 Juli 2025 - 09:14 WIB
loading...
Tentara Israel akui gunakan anak-anak Gaza sebagai tameng manusia dalam pertempuran. Foto/Electronic Intifada
A
A
A
GAZA - Kesaksian baru dari seorang tentara Israel mengungkapkan bahwa pasukan Zionis terlibat dalam kejahatan perang di Gaza. Itu termasuk penargetan warga sipil dengan tembakan langsung dan penggunaan anak-anak sebagai perisai manusia.
Tentara tersebut, yang disebut secara anonim sebagai 'N', mengatakan kepada surat kabar Israel; Yedioth Ahronoth bahwa komandan unitnya telah membiarkan pasukan menembaki warga sipil-termasuk anak-anak dan orang lanjut usia (lansia)-selama berhari-hari saat ditempatkan di luar rumah sakit.
"Beberapa dari mereka bertindak karena balas dendam, beberapa karena takut, dan beberapa karena kelelahan. Ketika Anda kelelahan, Anda tidak berpikir," katanya kepada media tersebut.
Baca Juga: Ironis, Mesir Tekan Imam Besar Al-Azhar Cabut Kecaman 'Israel Biang Kelaparan Gaza'
Tentara itu juga mengenang bagaimana unitnya menculik dua remaja dari salah satu koridor kemanusiaan di Gaza dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia.
Dia menjelaskan bagaimana mereka ditutup matanya, diborgol, dan dipaksa memasuki gedung-gedung yang diyakini pasukan Israel mungkin berisi jebakan atau berisi orang-orang bersenjata.
Penggunaan warga sipil sebagai tameng manusia adalah ilegal menurut hukum internasional.
"Yang sebenarnya terjadi adalah kami melukai puluhan ribu warga sipil dan juga para sandera [Israel]," kata tentara Israel tersebut kepada Yedioth Ahronoth, yang dilansir The New Arab, Kamis (24/7/2025).
"[Pemerintah] menempatkan Anda dalam bahaya, teman-teman Anda terbunuh, dan Anda melakukan lebih banyak kejahatan daripada kebaikan. Anda merasa dikhianati," paparnya.
Laporan media Zionis itu merupakan yang terbaru dari semakin banyaknya laporan dari Israel yang menampilkan kesaksian dari para tentara yang berbicara tentang kejahatan perang yang dilakukan terhadap warga Palestina di Gaza.
Surat kabar Haaretz sebelumnya telah menerbitkan sejumlah investigasi dalam beberapa bulan terakhir yang memberikan bukti kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Sebuah laporan yang dirilis pada bulan Juni menampilkan klaim dari para tentara bahwa mereka diperintahkan untuk secara sengaja menembaki warga sipil. Tahun lalu, laporan tersebut melaporkan penggunaan warga Palestina sebagai perisai manusia oleh militer untuk mencari alat peledak.
Rekaman bocor yang dipublikasikan oleh Al Jazeera tahun lalu menunjukkan tentara Israel memaksa seorang pria Palestina setengah telanjang untuk mencari bahan peledak, sementara tangannya diikat di belakang punggung.
Ada ratusan kesaksian saksi mata lainnya tentang warga Palestina yang digunakan sebagai perisai manusia oleh pasukan Israel, termasuk yang didokumentasikan oleh pemantau hak asasi manusia Israel, B'tselem.
Tentara tersebut, yang disebut secara anonim sebagai 'N', mengatakan kepada surat kabar Israel; Yedioth Ahronoth bahwa komandan unitnya telah membiarkan pasukan menembaki warga sipil-termasuk anak-anak dan orang lanjut usia (lansia)-selama berhari-hari saat ditempatkan di luar rumah sakit.
"Beberapa dari mereka bertindak karena balas dendam, beberapa karena takut, dan beberapa karena kelelahan. Ketika Anda kelelahan, Anda tidak berpikir," katanya kepada media tersebut.
Baca Juga: Ironis, Mesir Tekan Imam Besar Al-Azhar Cabut Kecaman 'Israel Biang Kelaparan Gaza'
Tentara itu juga mengenang bagaimana unitnya menculik dua remaja dari salah satu koridor kemanusiaan di Gaza dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia.
Dia menjelaskan bagaimana mereka ditutup matanya, diborgol, dan dipaksa memasuki gedung-gedung yang diyakini pasukan Israel mungkin berisi jebakan atau berisi orang-orang bersenjata.
Penggunaan warga sipil sebagai tameng manusia adalah ilegal menurut hukum internasional.
"Yang sebenarnya terjadi adalah kami melukai puluhan ribu warga sipil dan juga para sandera [Israel]," kata tentara Israel tersebut kepada Yedioth Ahronoth, yang dilansir The New Arab, Kamis (24/7/2025).
"[Pemerintah] menempatkan Anda dalam bahaya, teman-teman Anda terbunuh, dan Anda melakukan lebih banyak kejahatan daripada kebaikan. Anda merasa dikhianati," paparnya.
Laporan media Zionis itu merupakan yang terbaru dari semakin banyaknya laporan dari Israel yang menampilkan kesaksian dari para tentara yang berbicara tentang kejahatan perang yang dilakukan terhadap warga Palestina di Gaza.
Surat kabar Haaretz sebelumnya telah menerbitkan sejumlah investigasi dalam beberapa bulan terakhir yang memberikan bukti kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Sebuah laporan yang dirilis pada bulan Juni menampilkan klaim dari para tentara bahwa mereka diperintahkan untuk secara sengaja menembaki warga sipil. Tahun lalu, laporan tersebut melaporkan penggunaan warga Palestina sebagai perisai manusia oleh militer untuk mencari alat peledak.
Rekaman bocor yang dipublikasikan oleh Al Jazeera tahun lalu menunjukkan tentara Israel memaksa seorang pria Palestina setengah telanjang untuk mencari bahan peledak, sementara tangannya diikat di belakang punggung.
Ada ratusan kesaksian saksi mata lainnya tentang warga Palestina yang digunakan sebagai perisai manusia oleh pasukan Israel, termasuk yang didokumentasikan oleh pemantau hak asasi manusia Israel, B'tselem.
(mas)
Lihat Juga :