4 Negara yang Pernah Menyerang Israel namun Gagal
Rabu, 23 Juli 2025 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Tujuan Yordania untuk mempertahankan atau memperluas wilayah Arab di Palestina gagal total. Setelah perang ini, Yordania menjadi lebih berhati-hati dan akhirnya menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1994.
Dari semua negara Arab, Yordania termasuk yang paling cepat menyadari bahwa konflik militer dengan Israel tidak menguntungkan secara jangka panjang.
Irak tidak berbatasan langsung dengan Israel, namun tetap berusaha menyerang dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk solidaritas terhadap negara-negara Arab.
Pada Perang Arab-Israel 1948, Irak mengirimkan pasukan untuk membantu Palestina, namun tidak memberikan dampak signifikan.
Peristiwa yang paling terkenal terjadi selama Perang Teluk 1991, ketika Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein menembakkan sekitar 42 rudal balistik Scud ke kota-kota di Israel seperti Tel Aviv dan Haifa.
Tujuannya adalah memancing Israel untuk membalas serangan, sehingga memecah belah koalisi negara-negara Arab yang dipimpin AS dalam menyerang Irak.
Namun, Israel menahan diri dari membalas, setelah menerima tekanan diplomatik kuat dari Amerika Serikat dan negara-negara Arab moderat. Akibatnya, strategi Irak untuk menghancurkan kesatuan koalisi itu gagal.
Selain kerusakan infrastruktur dan trauma sipil, rudal-rudal Scud tidak memberikan dampak militer yang signifikan terhadap Israel.
Serangan ini menjadi contoh bagaimana sebuah negara yang berusaha menyerang Israel dari jarak jauh tetap gagal dalam mencapai tujuan politik maupun militernya.
Baca juga: 1.054 Tewas saat Mencoba Mendapatkan Makanan di Gaza, Uni Eropa Ancam Israel
Dari semua negara Arab, Yordania termasuk yang paling cepat menyadari bahwa konflik militer dengan Israel tidak menguntungkan secara jangka panjang.
4. Irak
Irak tidak berbatasan langsung dengan Israel, namun tetap berusaha menyerang dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk solidaritas terhadap negara-negara Arab.
Pada Perang Arab-Israel 1948, Irak mengirimkan pasukan untuk membantu Palestina, namun tidak memberikan dampak signifikan.
Peristiwa yang paling terkenal terjadi selama Perang Teluk 1991, ketika Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein menembakkan sekitar 42 rudal balistik Scud ke kota-kota di Israel seperti Tel Aviv dan Haifa.
Tujuannya adalah memancing Israel untuk membalas serangan, sehingga memecah belah koalisi negara-negara Arab yang dipimpin AS dalam menyerang Irak.
Namun, Israel menahan diri dari membalas, setelah menerima tekanan diplomatik kuat dari Amerika Serikat dan negara-negara Arab moderat. Akibatnya, strategi Irak untuk menghancurkan kesatuan koalisi itu gagal.
Selain kerusakan infrastruktur dan trauma sipil, rudal-rudal Scud tidak memberikan dampak militer yang signifikan terhadap Israel.
Serangan ini menjadi contoh bagaimana sebuah negara yang berusaha menyerang Israel dari jarak jauh tetap gagal dalam mencapai tujuan politik maupun militernya.
Baca juga: 1.054 Tewas saat Mencoba Mendapatkan Makanan di Gaza, Uni Eropa Ancam Israel
(sya)
Lihat Juga :