4 Negara yang Pernah Menyerang Israel namun Gagal
Rabu, 23 Juli 2025 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Secara keseluruhan, Mesir gagal dalam semua upaya militernya untuk menghancurkan atau melemahkan Israel.
Suriah menjadi salah satu negara paling agresif terhadap Israel, terutama dalam dua konflik besar: Perang Enam Hari 1967 dan Perang Yom Kippur 1973.
Dalam Perang 1967, Suriah ikut serta dalam koalisi Arab yang berniat menyerang Israel. Namun dalam waktu singkat, Israel melumpuhkan kekuatan udara Suriah dan berhasil merebut wilayah strategis Dataran Tinggi Golan.
Kehilangan Golan menjadi pukulan besar bagi Suriah karena wilayah itu penting secara militer dan sumber air.
Enam tahun kemudian, pada Oktober 1973, Suriah melancarkan serangan mendadak dalam Perang Yom Kippur, berbarengan dengan Mesir.
Mereka mencoba merebut kembali Dataran Golan dengan kekuatan darat dan artileri besar-besaran. Dalam beberapa hari awal, Suriah berhasil mendorong pasukan Israel mundur, namun Israel segera mengirim bala bantuan dan melakukan serangan balik.
Akhirnya pasukan Israel berhasil menembus pertahanan Suriah dan mendekati ibu kota Damaskus sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Meskipun Suriah menunjukkan keberhasilan awal, mereka tetap gagal mencapai tujuan utama, yaitu merebut kembali Golan dan melemahkan Israel secara jangka panjang. Sampai hari ini, Dataran Golan masih dikuasai Israel.
Yordania terlibat langsung dalam Perang Arab-Israel 1948 dan Perang Enam Hari 1967. Pada tahun 1948, Yordania berhasil menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tetapi setelah beberapa tahun, wilayah itu menjadi titik konflik berkepanjangan.
Dalam Perang Enam Hari 1967, meskipun awalnya tidak berniat menyerang, Yordania kemudian ikut serta setelah mendapat tekanan dari Mesir dan Suriah.
Yordania menembakkan artileri ke wilayah Israel dan melakukan serangan terhadap Yerusalem Barat. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan balik cepat dan berhasil merebut Tepi Barat serta Yerusalem Timur.
Keterlibatan Yordania berakhir dengan kehilangan wilayah yang sebelumnya mereka kuasai selama hampir dua dekade.
2. Suriah
Suriah menjadi salah satu negara paling agresif terhadap Israel, terutama dalam dua konflik besar: Perang Enam Hari 1967 dan Perang Yom Kippur 1973.
Dalam Perang 1967, Suriah ikut serta dalam koalisi Arab yang berniat menyerang Israel. Namun dalam waktu singkat, Israel melumpuhkan kekuatan udara Suriah dan berhasil merebut wilayah strategis Dataran Tinggi Golan.
Kehilangan Golan menjadi pukulan besar bagi Suriah karena wilayah itu penting secara militer dan sumber air.
Enam tahun kemudian, pada Oktober 1973, Suriah melancarkan serangan mendadak dalam Perang Yom Kippur, berbarengan dengan Mesir.
Mereka mencoba merebut kembali Dataran Golan dengan kekuatan darat dan artileri besar-besaran. Dalam beberapa hari awal, Suriah berhasil mendorong pasukan Israel mundur, namun Israel segera mengirim bala bantuan dan melakukan serangan balik.
Akhirnya pasukan Israel berhasil menembus pertahanan Suriah dan mendekati ibu kota Damaskus sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Meskipun Suriah menunjukkan keberhasilan awal, mereka tetap gagal mencapai tujuan utama, yaitu merebut kembali Golan dan melemahkan Israel secara jangka panjang. Sampai hari ini, Dataran Golan masih dikuasai Israel.
3. Yordania
Yordania terlibat langsung dalam Perang Arab-Israel 1948 dan Perang Enam Hari 1967. Pada tahun 1948, Yordania berhasil menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur, tetapi setelah beberapa tahun, wilayah itu menjadi titik konflik berkepanjangan.
Dalam Perang Enam Hari 1967, meskipun awalnya tidak berniat menyerang, Yordania kemudian ikut serta setelah mendapat tekanan dari Mesir dan Suriah.
Yordania menembakkan artileri ke wilayah Israel dan melakukan serangan terhadap Yerusalem Barat. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan balik cepat dan berhasil merebut Tepi Barat serta Yerusalem Timur.
Keterlibatan Yordania berakhir dengan kehilangan wilayah yang sebelumnya mereka kuasai selama hampir dua dekade.
Lihat Juga :