Jet Tempur Siluman F-35 Inggris Ngadat Lebih dari Sebulan di India, Kini Siap Terbang Lagi

Senin, 21 Juli 2025 - 14:41 WIB
loading...
Jet Tempur Siluman F-35...
Sebuah jet tempur siluman F-35B Inggris telah ngadat lebih dari sebulan di India dengan masalah yang dirahasiakan. Foto/BBC
A A A
NEW DELHI - Sebuah jet tempur siluman F-35B Inggris telah "lumpuh" selama lima minggu di bandara Thiruvananthapuram, Kerala, India. Pihak bandara mengatakan pesawat itu akan diterbangkan lagi pada Selasa (22/7/2025) besok.

"F-35B dijadwalkan ditarik kembali dari hanggar hari ini dan keberangkatan dijadwalkan pada hari Selasa," kata seorang juru bicara bandara kepada BBC. "Kami belum memiliki detail teknis apa pun," imbuh dia.

F-35B mendarat pada 14 Juni di Bandara Thiruvananthapuram di negara bagian selatan Kerala, tempat pesawat itu dialihkan setelah mengalami cuaca buruk saat melakukan penerbangan mendadak di Samudra Hindia. Pesawat kemudian mengalami masalah teknis dan gagal take-off.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Rp1,7 Triliun Terdampar 3 Minggu di India, Jadi Olok-olokan

Keberadaannya yang lama di India memicu rasa ingin tahu banyak pihak dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pesawat modern seperti itu bisa terdampar di negara asing begitu lama.

Setelah pesawat tersebut, yang merupakan bagian dari armada kapal induk HMS Prince of Wales, tidak dapat kembali, para teknisi dari kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengunjunginya untuk memperbaikinya.

Namun mereka tidak dapat memperbaikinya, dan dua minggu yang lalu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan mereka telah mengerahkan tim yang terdiri dari 14 teknisi ke bandara Thiruvananthapuram untuk menilai dan memperbaiki pesawat F-35B.

Tim tersebut datang dengan peralatan khusus yang diperlukan untuk proses pemindahan dan perbaikan, menurut sebuah pernyataan. Video yang diambil dari saat itu menunjukkan F-35B sedang ditarik ke hanggar.

Kasus Aneh Jet F-35 Inggris Ngadat di India


Ada spekulasi bahwa jika para teknisi gagal memperbaiki F-35B, pesawat tersebut harus dibongkar dan diangkut dengan pesawat kargo yang lebih besar seperti pesawat angkut C-17 Globemaster.

Selama dua minggu terakhir, Komisi Tinggi Inggris di India dan otoritas pertahanan telah menanggapi pesan BBC dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan membagikan detail perbaikan.

Namun pada hari Senin, seorang pejabat bandara mengatakan kepada BBC: "Pesawat tersebut dipastikan laik terbang."

Menurutnya, pesawat itu dijadwalkan akan ditarik keluar dari hanggar pada Senin pagi."Waktu pasti keberangkatannya belum dikomunikasikan, bandara mana yang akan digunakan untuk pengisian bahan bakar dalam perjalanan ke London atau kapan pesawat cadangan akan tiba untuk mengangkut teknisi dan peralatan kembali," paparnya.

F-35B adalah jet tempur siluman yang sangat canggih seharga USD110 juta, yang dibuat oleh Lockheed Martin Amerika Serikat. Pesawat tersebut memiliki kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal.

Gambar-gambar "F-35B yang kesepian", terparkir di landasan dan basah kuyup oleh hujan monsun Kerala, menjadikannya bahan lelucon dan meme, dengan banyak yang menyatakan bahwa pesawat itu tidak ingin meninggalkan negara bagian Kerala yang indah, yang digambarkan sebagai "Negeri Tuhan" dalam brosur pariwisata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved